Butuh SLF di KAB. MIMIKA? Pelajari syarat dan prosesnya sekarang. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA
Layanan profesional untuk memastikan Pusat Rehabilitasi Anda memenuhi standar keamanan dan kenyamanan
Tingkat Keberhasilan
98.5%dalam pengurusan SLF Pusat Rehabilitasi
Pusat Rehabilitasi Terlayani
250+di seluruh Indonesia
Klien Puas
95%berdasarkan survei kepuasan
Pusat Rehabilitasi mencakup fasilitas medis dan psikososial dengan pasien berkebutuhan khusus. Termasuk kategori healthcare special facility.
SLF rehabilitasi penting untuk menjamin lingkungan terapeutik yang aman. Sertifikasi mencakup pemeriksaan anti-ligature design, pengamanan obat-obatan, dan area isolasi.
Aspek kritis meliputi sistem pengawasan 24 jam, jalur evakuasi untuk pasien mobilitas terbatas, dan ruang krisis. SLF wajib mengacu pada Permenkes No. 34/2018 tentang Rehab Medik.
Bangunan Apa saja yang harus memiliki SLF di KAB. MIMIKA?
-
Gudang Pabrik
-
Gedung Kantor
-
Hotel
-
Pusat Perbelanjaan
-
Rumah Susun
-
Apartemen
-
Gedung Perkantoran
-
Pusat Perbelanjaan/mall
-
Rumah Sakit
-
Sekolah
-
Universitas
-
Stadion
-
Gedung Olahraga
-
Bioskop
-
Gedung Pertunjukan
-
Gedung Pertemuan
-
Gedung Serba Guna
-
Gedung Konvensi
-
Industri/pabrik
-
Gudang Penyimpanan
-
Kondotel
-
Bandar Udara
-
Terminal Bus
-
Stasiun Kereta Api
-
Pelabuhan
-
Gedung Parkir
-
Pusat Data
-
Laboratorium
-
Gedung Perpustakaan
-
Museum
-
Gedung Ibadah/tempat Ibadah
-
Gedung Pemerintahan
-
Gedung BUMN
-
Gedung Bank
-
Gedung Perkantoran Swasta
-
Pasar Tradisional
-
Pusat Kuliner
-
Gedung Restoran Besar
-
Gedung Peribadatan
-
Rusunawa
-
Rusunami
-
Tempat Hiburan Malam
-
Gedung SPBU
-
Gedung Showroom Kendaraan
-
Gedung Bengkel
-
Gedung Penjara/Lembaga Pemasyarakatan
-
Menara Telekomunikasi
-
Gedung Pemadam Kebakaran
-
Gedung Pembangkit Listrik
-
Gedung Substation Listrik
-
Gedung Tempat Penitipan Anak
-
Pusat Rehabilitasi
Dapatkan Layanan SLF Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA? Gratis Konsultasi
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Tentang KAB. MIMIKA

Peta Layanan Jasa SIA/SILO/Suket K3 Alat dan Riksa Uji di KAB. MIMIKA
Kecamatan di Wilayah KAB. MIMIKA
-
Kecamatan Alama
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Amar
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Wania
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Iwaka
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Hoya
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Kwamki Narama
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Mimika Barat Tengah
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Mimika Barat Jauh
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Tembagapura
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Kuala Kencana
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Mimika Tengah
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Mimika Timur Jauh
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Jila
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Jita
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Mimika Barat
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Mimika Timur
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Agimuga
KAB. MIMIKA -
Kecamatan Mimika Baru
KAB. MIMIKA
Tentang KAB. MIMIKA
Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Timika. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2024, jumlah penduduk kabupaten Mimika sebanyak 318.679 jiwa dengan kepadatan penduduk 15 jiwa/km².
Di kabupaten ini, terdapat tambang emas dan salah satu tambang emas terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia yang letaknya di wilayah Distrik Tembagapura. Terdapat sebuah bandar udara nasional di kabupaten ini, yaitu Bandara Moses Kilangin yang terletak di Distrik Mimika baru. Serta pelabuhan Nasional di kabupaten ini, yaitu Pelabuhan Poumako yang terletak di Distrik Mimika Timur.
Mimika memiliki topografi yang beragam. Terdapat dataran rendah dengan geografi rawa-rawa dan sungai dengan suku aslinya adalah suku Kamoro dan suku Sempan yang terkenal dengan ukirannya, serta wilayah dataran tinggi dengan suku aslinya adalah suku Amungme dan suku Damal.
Kampung-kampung di pesisir barat Mimika, dahulu tidak memiliki akses yang baik dengan sagu karena hutan yang menyusut. Kampung-kampung tersebut adalah Poraoka, Kipia, Maparpe, Wumuka dan juga Umar (dibawah mayor) dan Aindua. Sehingga kampung-kampung tersebut bekerja sama untuk mendapatkan akses sagu dari kampung disebelah timur mereka ke bawah sampai Impiri dan Yaraya. Terkadang dengan menukar kapal Kano maupun dengan intimidasi dan unjuk kekuatan. Walaupun Tarya We kekurangan akses akan sagu dan populasi yang relatif kecil, posisi strategisnya di Teluk Etna memudahkan akses akan perdagangan untuk peralatan besi, kain, dan ornamen tubuh. Kekurangan akan jumlah pasukan bisa dibantu dengan senjata api. Sebuah pantai di Yaraya, dikenal dengan nama Minaki Tiri (pantai senapan) karena diserang oleh rombongan serangan Naowa, pemimpin konfederasi yang disebut juga Raja Kipia.
Kabupaten Mimika merupakan sebuah Kabupaten di Provinsi Papua Tengah yang terletak di wilayah pantai selatan di mana Mimika dulunya merupakan salah satu kecamatan dari Kabupaten Fakfak dan wilayahnya disebut Kecamatan Mimika Timur.
Melihat kondisi pemerintahan saat itu dengan jumlah pegawai perwakilan kecamatan yang sangat sedikit serta luasnya wilayah pelayanan pemerintahan, maka Pemerintah Daerah Tingkat II Fakfak memandang perlu untuk melakukan pemekaran wilayah pemerintahan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di wilayah Mimika yang tentunya membutuhkan perhatian dan pelayanan dari Pemerintah. Hal ini di wujudkan dengan pembentukan Kantor Pembantu Bupati di Timika yang ditetapkan sebagai Pembantu Bupati Kepala Daerah Tingkat II Fak-fak wilayah Mimika oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Fakfak.
Memperhatikan perkembangan jumlah penduduk, luas wilayah, potensi dan meningkatnya tugas dan tanggung jawab di bidang pemerintahan, maka di pandang perlunya pembentukan Pemerintahan Kabupaten Administratif sehingga Pemerintahan Pembantu Bupati Fak-fak wilayah Mimika di tetapkan sebagai Kabupaten Administratif pada tanggal 8 Oktober 1996 oleh Menteri Dalam Negeri di Jayapura dengan Bupati pertama, yakni Titus Oktovianus Poterayauw. Setelah terbentuk menjadi Kabupaten Administratif maka ditetapkan wilayah Kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Mimika Timur, Mimika Barat, Agimuga dan wilayah pemekaran Kecamatan Mimika Baru yang berkedudukan di Timika.
Setelah kurang lebih 4 (empat) tahun pelaksanaan pemerintahan Kabupaten Administratif, maka pada tanggal 18 Maret tahun 2000 di resmikan perubahan status dari Kabupaten Administratif menjadi Kabupaten Definitif oleh Gubernur Provinsi Papua J.P. Salossa berdasarkan Undang-undang No.45 Tahun 1999, selanjutnya Mimika dipimpin oleh Klemen Tinal.
Setelah resmi menjadi Kabupaten Definitif, maka pada tanggal 18 Juni 2001 Pemerintah Daerah secara resmi menetapkan 12 Kecamatan (atau yang sekarang telah dirubah menjadi Distrik) yang menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Mimika. Distrik tersebut adalah Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Tembagapura, Mimika Timur, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Agimuga, Jila, dan Jita.
Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Timika dengan motto Eme Neme Yauware (bersatu, bersaudara kita membangun). Di kabupaten ini terletak Kecamatan Tembagapura di mana tambang emas terbesar di dunia milik PT. Freeport Indonesia berada. Terdapat sebuah bandar udara nasional di kabupaten ini, yaitu Bandara Moses Kilangin yang terletak di Timika. Serta pelabuhan Nasional, di Poumako.
Kota Timika menjadi simbol utama dari Kabupaten Mimika karena segala yang berkaitan dengan perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sebagainya berkumpul dan bersumber pada kota Timika. Nama Timika atau Mimika juga sangat populer, lantaran di wilayah pegunungan Papua ini beroperasi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia asal Amerika Serikat, yaitu Freeport Mc Moran Copper and Gold Inc.
Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 21.693,51 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua dan terletak antara 137°48'49.68" Bujur Timur hingga 134°52'21.36" Bujur Timur dan 4°2'5.64" Lintang Selatan hingga 5°14'13.56" Lintang Selatan.
Kabupaten Mimika mempunyai topografi yang lengkap yakni dimulai dari dataran tinggi Pegunungan Jayawijaya hingga dataran rendah di pesisir selatan yang menghadap langsung Laut Arafura. Di wilayah Kabupaten Mimika, terdapat tiga distrik yang memiliki topografi di dataran tinggi, yaitu Distrik Tembagapura, Distrik Agimuga, dan Distrik Jila. Sekurangnya 10% dari daratan Kabupaten Mimika berupa rawa.
Kabupaten Mimika disebut memiliki tempat dengan julukan wilayah terbasah di Indonesia, bahkan di dunia.Lokasi wilayah terbasah di dunia ini berada di Mile Post 50 (MP50), tepatnya di kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika. Dilansir dari laman BMKG, temuan ini didapat pada Oktober 2018 saat tim BMKG melakukan survey pemantauan glacier di Puncak Jaya Papua bersama dengan tim divisi environmental PT. Freeport Indonesia (PTFI). Tim BMKG yang melakukan Survey Pada saat yang sama, tim BMKG-PTFI juga mendirikan papan nama bertuliskan "The Wettest Place on Earth” di Mile 50 (Stasiun MP50).
Stasiun MP50 di Mimika merupakan salah satu dari 12 stasiun pemantau cuaca otomatis yang dikelola oleh PTFI dan setiap tahun dikalibrasi oleh BMKG. Pada rentang tahun 1994-2011 dan 2016-2018, Stasiun MP50 merekam tingkat curah hujan rata-rata lima tahunan pada angka 12.143 mm dengan curah hujan tahunan tertinggi pada 1999 sebesar 15.457 mm. Suhu udara di wilayah Mimika bervariasi berdasarkan tinggi muka lahan yakni ≤23 °C di wilayah pegunungan dan 22°–33 °C di wilayah dataran rendah dan pesisir. Tingkat kelembapan di wilayah ini pun tinggi berkisar antara 70% hingga 90%.
DPRD Mimika beranggotakan 35 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Mimika yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 25 November 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Timika, Sonny Alfian. Komposisi anggota DPRD Mimika periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik di mana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak setelah berhasil meraih 7 kursi, kemudian disusul oleh Partai NasDem, PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra yang masing-masing berhasil meraih 5 kursi.Berikut ini adalah komposisi anggota DPR Kabupaten Mimika dalam tiga periode terakhir.
Kabupaten Mimika terdiri atas 18 distrik, 19 kelurahan, dan 133 kampung dengan luas wilayah 21.633,00 km² dan jumlah penduduk 306.517 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Mimika adalah 94.04.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Dalam Negeri tahun 2024, Kabupaten Mimika menampilkan potret keberagaman religius yang sangat kental dengan dominasi penganut agama Kristiani. Mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen Protestan yang mencapai 48,07 persen, diikuti oleh penganut Katolik sebesar 22,76 persen, sehingga total masyarakat Kristiani mencakup sekitar 70,83 persen dari keseluruhan populasi. Struktur demografi ini mencerminkan akar budaya dan sejarah spiritual yang kuat di tanah Papua, khususnya di wilayah Mimika.
Di samping itu, komunitas Muslim tumbuh signifikan sebagai kelompok terbesar kedua dengan persentase sebesar 28,09 persen dari total 318.679 jiwa penduduk. Kerukunan antarumat beragama di daerah ini juga diperkaya oleh kehadiran penganut agama Hindu, Buddha, serta Konghucu dan penganut kepercayaan yang meski berjumlah kecil, tetap menjadi bagian integral dari harmoni sosial. Keberagaman komposisi pemeluk agama ini menegaskan posisi Kabupaten Mimika sebagai wilayah yang inklusif di tengah dinamika pembangunan ekonomi dan sosialnya.
Kabupaten Mimika didiami oleh beberapa suku asli, seperti suku Amung yang mendiami wilayah pegunungan dan suku Mimika (Kamoro) dan suku Sempan di wilayah pantai. Selain penduduk asli ada juga suku-suku lain di Indonesia yang puluhan tahun menetap di Mimika antara lain dari Suku dan etnis Jawa, Makassar, Ambon, Bugis, Buton, Toraja, kini berbagai suku lainnya seperti Minahasa, Kei, Minang, Batak dan ada juga dari Suku Bali. Bahkan bisa di katakan bahwa hampir seluruh suku bangsa lain di Indonesia ada di kabupaten mimika dengan berbagai alasan, terutama mencari peluang bekerja di Mimika, terutama wilayah perkotaan dan daerah pertambangan menjadi daya tarik yang kuat bagi pencari kerja dan pedagang.
Kelompok pertama, masyarakat Indonesia lainnya seperti pegawai pemerintahan dan pegawai swasta, anggota ABRI dan polisi, pedagang dan sebagainya. Kedatangan mereka karena pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan perusahaan dan penugasan sebagai pegawai negeri untuk instansi pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sebagian dari masyarakat Indonesia lainnya ada yang datang secara spontan karena mengikuti saudaranya atau mencari peluang kerja.
Kelompok kedua, merupakan masyarakat pendatang yang berasal dari negara asing.Penduduk pendatang ini ada yang sudah menetap sejak lama berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan dan penyebaran agama Nasrani di daerah Papua bagian selatan. Mereka terdiri dari rombongan misionaris dan zending, kebanyakan berasal dari Eropa dengan pekerjaan antara lain; pendeta, penginjil, pekerja sosial dan sebagainya.Sejak dibukanya pertambangan makin banyak orang asing yang datang sebagai pekerja di PTFI dan di berbagai perusahaan kontraktornya. Mereka berasal antara lain dari Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Filipina dan sebagainya. Kedatangannya bersifat temporer biasanya berdasarkan ikatan kerja atau kontrak kerja. Pertambahan penduduk asing selalu menunjukkan peningkatan karena jenis pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus dan pergantian tenaga asing secara berkala.
Bahasa Kamoro merupakan bagian dari rumpun bahasa Papua, khususnya dari cabang Asmat–Kamoro, yang dituturkan oleh sekitar 8.000 jiwa di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Mimika. Bahasa ini memiliki posisi unik dalam studi linguistik karena keragaman dialeknya yang sangat kaya dan tersebar di berbagai kampung. Sifat dialektis yang kuat ini membuat beberapa ahli berpendapat bahwa Kamoro mungkin lebih tepat dipandang sebagai sebuah kelompok bahasa daripada satu bahasa tunggal yang seragam.
Variasi bahasa ini mencerminkan luasnya wilayah adat serta cara masyarakat Kamoro berinteraksi dengan lingkungannya yang dinamis antara sungai dan laut. Meskipun memiliki perbedaan antar wilayah, bahasa ini tetap menjadi pengikat identitas kolektif masyarakat dalam menjaga tradisi lisan dan pengetahuan lokal. Upaya pelestarian melalui dokumentasi dialek-dialek tersebut menjadi sangat penting untuk memastikan kekayaan intelektual suku Kamoro tetap terjaga di tengah modernisasi wilayah Mimika.
Bahasa Amungme, yang sering disebut oleh para peneliti sebagai bahasa Uhunduni, merupakan bahasa dengan sistem dialek yang unik dan terikat erat dengan wilayah geografisnya. Di wilayah bagian selatan, bahasa ini dikenal dengan sebutan Amung-kal, sementara masyarakat di daerah utara menyebutnya Damal-kal. Menariknya, penamaan ini juga dipengaruhi oleh interaksi antarsuku; istilah "Damal" sebenarnya diberikan oleh suku Dani, sedangkan sebutan "Uhunduni" berasal dari penyebutan oleh suku Moni atau Migani.
Selain bahasa tutur sehari-hari, masyarakat Amungme memiliki kekayaan linguistik berupa bahasa simbolik yang disebut Aro-a-kal dan Tebo-a-kal. Bahasa-bahasa simbolik ini memiliki fungsi sosial dan spiritual yang sangat spesifik dalam kehidupan mereka. Salah satu yang paling istimewa adalah Tebo-a-kal, yang penggunaannya sangat dibatasi dan hanya boleh diucapkan di area-area yang dianggap keramat atau sakral oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur.
Bahasa Melayu Papua merupakan bahasa perantara (lingua franca) yang digunakan secara luas oleh masyarakat di tanah Papua, Indonesia. Saat ini, jumlah penuturnya diperkirakan telah mencapai angka 500.000 jiwa dan menunjukkan tren yang terus meningkat seiring tingginya mobilitas penduduk. Perkembangan ini menjadikan Melayu Papua sebagai alat komunikasi vital yang menghubungkan berbagai suku bangsa di wilayah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Secara linguistik, bahasa Melayu Papua memiliki kedekatan struktur dan dialek yang mirip dengan bahasa Melayu Ambon serta bahasa Melayu Manado. Kemiripan ini dipengaruhi oleh sejarah panjang perdagangan dan interaksi lintas wilayah di kawasan Indonesia Timur. Meski memiliki akar yang serupa, Melayu Papua tetap memiliki karakteristik unik dengan serapan kosakata lokal yang khas, mencerminkan identitas budaya yang inklusif di lingkungan masyarakat Papua.
Suku Kamoro memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni ukir yang menjadi identitas visual masyarakatnya. Berbeda dengan seni ukir Asmat, karya orang Kamoro cenderung lebih abstrak namun sarat akan makna filosofis yang mendalam. Ekspresi seni ini sering dituangkan pada tongkat kayu yang disebut ote-kapa, yang menjadi medium komunikasi antara seniman dengan sejarah leluhur mereka. Setiap goresan pada kayu bukan sekadar hiasan, melainkan wujud penghormatan terhadap akar kehidupan dan lingkungan alam di pesisir selatan Papua.
Salah satu ciri khas utama dalam motif ukiran Kamoro adalah penggambaran asal-usul manusia melalui simbol-simbol alam. Motif sirip ikan atau eraka waiti serta tulang sayap kelelawar atau tako-ema mencerminkan kepercayaan pemiliknya terhadap garis keturunan atau totem mereka. Bagi mereka yang tidak memiliki keahlian mengukir, motif-motif ini dapat dipesan secara khusus kepada pengukir ahli guna memastikan identitas leluhur mereka tetap terjaga. Selain itu, terdapat motif uema atau ruas tulang belakang yang dianggap sebagai lambang kehidupan universal, baik bagi manusia, ikan, maupun unggas.
Selain motif yang bersifat identitas, masyarakat Kamoro juga menuangkan emosi manusiawi melalui motif uturu tani atau awan putih berarak. Motif ini memiliki keunikan karena sifatnya yang sangat interpretatif, mampu memicu imajinasi bagi siapa pun yang memandangnya.
Mimika punya berbagai Kuliner khas yang bahan utamanya sagu. Salah satunya Sagu Tindis yang merupakan makanan khas Suku Kamoro yang terbuat dari sagu dan parutan kelapa. Sagu Tindis menjadi makanan sehari-hari masyarakat Suku Kamoro yang mendiami pesisir pantai Mimika. Bahan sagu sendiri didapatkan dari emplur atau sari pati sagu dari pohon sagu yang banyak tumbuh di Papua, termasuk di Kabupaten Mimika.
Ikan bakar colo merupakan makanan khas Papua yang berasal dari suku Kamoro atau lebih dikenal dengan masyarakat daerah Timika. Mereka tinggal di daerah pesisir pantai sehingga mau tidak mau hidupnya bergantung pada kekayaan yang dihasilkan oleh laut, salah satunya adalah ikan laut. Makanan favorit dari masyarakat suku Kamoro adalah ikan bakar colo yang juga mejadi makanan khas masyarakat Timika.
Perekonomian Kabupaten Mimika menunjukkan performa yang sangat impresif pada tahun 2021 dengan capaian PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 95,23 triliun. Angka ini mencerminkan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa hingga mencapai 36,78 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan yang masif ini menjadi indikator vitalitas ekonomi wilayah yang mampu bangkit dan bergerak secara progresif di tengah dinamika pembangunan daerah.
Dominasi sektor ekstraktif masih menjadi pilar utama pembangunan, di mana lapangan usaha pertambangan dan penggalian menyumbang kontribusi sebesar 86 persen terhadap total PDRB. Sektor ini juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi dibandingkan bidang lainnya, yakni mencapai 44,14 persen dari sisi produksi. Ketergantungan yang besar pada sektor ini menegaskan posisi strategis Mimika sebagai pusat industri pertambangan yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tingkat regional maupun nasional.
Dalam bahasa Kamoro, Mimika berarti sungai yang meluap. Mungkin hal ini pulalah yang melatarbelakangi sehingga Kabupaten Mimika dijuluki “Negeri di Atas Sungai” karena memiliki kurang lebih 94 Daerah Aliran Sungai (DAS).
Mimika, merupakan daerah tambang emas terbesar di Indonesia. Emas tersebut dikelola oleh PT Freeport. Diketahui PT Freeport menghasilkan sekitar 240 kg emas murni setiap harinya. Mimika juga dijuluki Daerah Dollar karena keberadaan perusahaan asing Freeport di mana para pekerja tambang di tempat ini mendapatkan gaji hingga puluhan juta perbulan.
Mimika dijuluki daerah ‘bisnis’ banyak orang datang untuk mencari pekerjaan,juga berbisnis. Timika juga biasa disebut sebagai miniaturnya Indonesia, sebab berbagai suku ada di Timika, bahkan suku-suku yang menguasai ekonomi perdagangan di Mimika terbilang cukup banyak.
Kabupaten Mimika disebut memiliki tempat dengan julukan wilayah terbasah di Indonesia, bahkan di dunia.Lokasi wilayah terbasah di dunia ini berada di Mile Post 50 (MP50), tepatnya di kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Taman Nasional Lorentz merupakan benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati di tanah Papua yang memiliki kekayaan fauna sangat luar biasa. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 630 jenis burung telah teridentifikasi di kawasan ini, jumlah yang setara dengan sekitar 70 persen dari seluruh spesies burung yang ada di Papua. Keberagaman yang sangat tinggi ini menjadikan Lorentz sebagai salah satu surga ornitologi terpenting di dunia.
Kekayaan avifauna di taman nasional ini ditandai dengan kehadiran berbagai jenis burung khas yang menjadi ikon hutan tropis. Masyarakat dapat menjumpai dua jenis kasuari yang megah, empat jenis Megapoda, serta puluhan spesies lainnya seperti 31 jenis merpati dan 30 jenis kakatua. Selain itu, terdapat 13 jenis burung udang dan 29 jenis burung madu yang semakin memperkaya ekosistem udara di wilayah lindung ini.
Hal yang paling istimewa dari koleksi burung di Lorentz adalah keberadaan 20 jenis spesies endemik yang tidak ditemukan di belahan bumi lain. Di antaranya adalah Cendrawasih Ekor Panjang (Paradigalla carunculata) yang memiliki pesona eksotis serta Puyuh Salju (Anurophasis monorthonyx) yang mampu bertahan hidup di dataran tinggi. Kehadiran burung-burung langka ini menegaskan nilai konservasi internasional yang dimiliki oleh taman nasional tersebut.
Selain burung, Taman Nasional Lorentz juga menjadi habitat bagi 123 jenis mamalia yang memiliki karakteristik unik. Beberapa mamalia purba yang masih bertahan hidup di sini adalah babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii) dan babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus). Kehadiran hewan monotremata ini menjadi daya tarik ilmiah yang besar karena mereka mewakili garis evolusi hewan yang bertelur namun menyusui.
Keberagaman mamalia di kawasan ini juga mencakup berbagai jenis marsupial yang khas, seperti empat jenis kuskus, walabi, hingga kanguru pohon. Kehadiran kucing hutan dan berbagai mamalia lainnya menunjukkan bahwa rantai makanan di ekosistem Lorentz masih terjaga dengan baik. Seluruh satwa ini hidup berdampingan dalam harmoni, menjadikan Taman Nasional Lorentz sebagai warisan alam dunia yang harus dilindungi kelestariannya.
Stadion Atletik Mimika dan berada di area Mimika Sport Complex, kawasan SP-2, Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika, Kota Timika. Dilansir dari Indonesia.go.id, Stadion Atletik ini sudah berstandar Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF) Kelas 2 dan bisa menggelar 42 nomor pertandingan dalam atletik.
Stadion dibangun di atas lahan seluas 1.455 meter persegi, dilengkapi lapangan rumput untuk nomor Sepak Bola, lompat galah, lompat jauh, lempar lembing, lempar cakram, dan tolak peluru.Sedangkan lintasan lari berbahan sintetis khusus untuk berbagai nomor lari. Stadion anyar ini dilengkapi sebuah lapangan latihan serta fasilitas penunjang lainnya.Terdapat pula dua tribun, yakni Tribun Barat dan Tribun Timur yang dapat menampung 3.500 penonton. Atap Tribun Timur menyerupai ekor burung cenderawasih (Paradisaeidae), satwa endemik Papua yang mendunia dan dikenal juga sebagai burung surga.
Persemi Mimika, atau singkatan dari Persatuan Sepakbola Mimika, merupakan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Kabupaten Mimika yang memiliki basis kuat di jantung tanah Papua. Klub ini bermarkas di Stadion Wania Impi, sebuah arena yang menjadi saksi bisu perjuangan talenta-talenta lokal dalam mengolah si kulit bundar. Sebagai representasi daerah, Persemi mengemban misi untuk mengharumkan nama Mimika di kancah sepak bola nasional melalui pembinaan atlet-atlet berbakat dari Bumi Amungsa.
Saat ini, Persemi Mimika berkompetisi dalam Liga 3 Zona Papua, yang merupakan kasta kompetisi krusial untuk menembus piramida sepak bola profesional Indonesia. Partisipasi klub dalam liga ini tidak hanya sekadar mengejar kemenangan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana pemersatu bagi para pendukung setianya. Dengan semangat juang yang tinggi, Persemi terus berupaya tampil kompetitif demi meraih tiket promosi dan membawa identitas sepak bola Papua ke tingkat yang lebih tinggi.
NSH Mountain Gold Timika mencatatkan sejarah besar sebagai tim bola basket pertama dari tanah Papua yang berhasil menembus persaingan kasta tertinggi IBL Indonesia. Kehadiran tim ini bermula dari semangat untuk membawa identitas Papua ke level nasional, meski sempat terkendala kuota tim baru pada musim 2020. Alih-alih menyerah, Mountain Gold mengambil langkah strategis dengan melakukan merger bersama NSH Jakarta, sehingga mereka dapat resmi berkompetisi dan bermarkas di Timika guna mewakili talenta basket dari wilayah timur.
Sebagai representasi Bumi Cendrawasih, tim ini sangat berkomitmen dalam memajukan putra daerah dengan menyertakan tiga pemain asli Papua di dalam skuad mereka. Salah satu yang paling menonjol adalah kehadiran pemain dari suku Amungme, suku asli yang mendiami wilayah pegunungan Jayawijaya di sekitar area operasional pertambangan Mimika. Hal ini membuktikan bahwa NSH Mountain Gold bukan hanya sekadar klub olahraga, melainkan juga wadah bagi anak-anak asli Papua untuk menunjukkan bakat dan jati diri mereka di kancah profesional.
Berikut memuat beberapa nama tokoh terkenal serta kepemilikan marga yang berasal dari suku Kamoro dan Amungme;
Mengapa SLF Penting untuk Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA?
Sertifikat Laik Fungsi memastikan gedung Pusat Rehabilitasi Anda aman, nyaman, dan memenuhi standar regulasi terkini di KAB. MIMIKA.
Jaminan Keamanan
SLF memastikan semua aspek keamanan seperti struktur bangunan, perlindungan kebakaran, dan jalur evakuasi memenuhi standar yang ditetapkan
Legalitas Operasional
Memiliki SLF berarti Pusat Rehabilitasi Anda beroperasi secara legal dan terhindar dari sanksi administratif maupun penutupan paksa
Kepercayaan Pengunjung
Meningkatkan kepercayaan pengunjung dengan jaminan bahwa Pusat Rehabilitasi telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan menonton
Dasar Hukum SLF Pusat Rehabilitasi
- UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
- PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002
- Permen PUPR No. 27/PRT/M/2018 tentang SLF Bangunan Gedung
- Peraturan Daerah sesuai lokasi Pusat Rehabilitasi
Keuntungan Menggunakan Jasa Kami
- Tim ahli berpengalaman di bidang SLF Pusat Rehabilitasi
- Jaringan yang luas dengan instansi terkait
- Track record keberhasilan pengurusan SLF Pusat Rehabilitasi
- Pendampingan dari awal hingga terbitnya sertifikat
- Biaya transparan tanpa biaya tersembunyi
Layanan SLF Pusat Rehabilitasi Kami di KAB. MIMIKA
Kami menyediakan layanan komprehensif untuk mendapatkan dan memperbarui Sertifikat Laik Fungsi Pusat Rehabilitasi Anda, dengan pendekatan profesional dan efisien.
Audit & Penilaian
Penilaian menyeluruh terhadap kondisi bangunan Pusat Rehabilitasi untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sebelum pengajuan SLF.
Penyusunan Dokumen
Menyiapkan seluruh dokumen teknis dan administratif yang diperlukan untuk proses pengajuan SLF.
Pendampingan Teknis
Konsultasi dan pendampingan untuk memenuhi persyaratan teknis seperti sistem proteksi kebakaran, akustik, dan pencahayaan.
Koordinasi dengan Instansi
Menangani komunikasi dan koordinasi dengan dinas terkait untuk memperlancar proses perolehan SLF.
Ingin tau Layanan SLF di KAB. MIMIKA? Hubungi Kami sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Persyaratan SLF Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA
Dokumen dan persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi untuk gedung Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA.
Dokumen Administratif
- Surat permohonan SLF dari pemilik/pengelola Pusat Rehabilitasi
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gedung Pusat Rehabilitasi
- Dokumen Pelaksanaan Konstruksi
- Gambar as-built gedung Pusat Rehabilitasi
- Surat bukti kepemilikan bangunan gedung
- Izin Usaha Perfilman (IUP) dari Kemendikbud
- NPWP dan akta pendirian perusahaan
Persyaratan Teknis
- Memenuhi standar keselamatan struktur bangunan
- Sistem proteksi kebakaran yang memadai
- Instalasi listrik sesuai standar SNI
- Sistem penghawaan dan tata udara yang baik
- Akustik ruangan yang memenuhi standar
- Fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas
- Jalur evakuasi dan pintu darurat sesuai standar
- Sistem pengelolaan limbah dan sanitasi
Masih bingung terkait syarat-syarat SLF di KAB. MIMIKA? Hubungi Kami sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Proses Inspeksi SLF Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA
Aspek-aspek yang diperiksa dalam proses inspeksi untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA.
1. Keselamatan Struktur
- Kekuatan struktur gedung
- Ketahanan terhadap gempa
- Daya dukung lantai
- Kestabilan struktur
- Kekuatan struktur atap
2. Proteksi Kebakaran
- Sistem sprinkler
- Alat pemadam api ringan
- Sistem deteksi asap dan alarm
- Jalur evakuasi dan pintu darurat
- Sistem hidran gedung
3. Utilitas Gedung
- Sistem kelistrikan
- Sistem AC dan ventilasi
- Sistem plumbing
- Generator cadangan
- Sistem penerangan darurat
4. Akustik & Visual
- Kualitas akustik ruang pemutaran
- Insulasi suara antar studio
- Sistem tata suara
- Kualitas visual (proyektor/layar)
- Tata cahaya
5. Aksesibilitas
- Akses untuk penyandang disabilitas
- Ramp dan lift khusus
- Toilet untuk disabilitas
- Ruang tunggu yang aksesibel
- Area parkir khusus
6. Sarana Pendukung
- Toilet umum
- Area food court/kafe
- Area parkir
- Sistem ticketing
- Ruang tunggu
Testimoni dari Klien Pusat Rehabilitasi Kami
"Proses pengurusan SLF Pusat Rehabilitasi kami di 3 lokasi berjalan lancar dan tepat waktu. Tim konsultan sangat profesional dan memahami kebutuhan khusus gedung Pusat Rehabilitasi."
"Berkat bantuan tim ahli, Pusat Rehabilitasi baru kami berhasil mendapatkan SLF tepat sebelum jadwal pembukaan. Mereka menemukan dan menyelesaikan beberapa masalah yang sempat terlewatkan dalam perencanaan awal."
"Proses perpanjangan SLF untuk jaringan Pusat Rehabilitasi kami menjadi jauh lebih mudah dengan bantuan mereka. Komunikasi yang jelas dan transparansi biaya sangat kami apresiasi."
Estimasi Biaya SLF Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA
Perkiraan biaya untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi gedung Pusat Rehabilitasi di KAB. MIMIKA berdasarkan ukuran dan kompleksitas.
Pusat Rehabilitasi Kecil
- Luas bangunan < 1.000 m²
- Termasuk konsultasi awal
- Termasuk biaya retribusi
Pusat Rehabilitasi Menengah
- Luas bangunan 1.000-3.000 m²
- Termasuk konsultasi dan pendampingan
- Termasuk biaya retribusi dan perizinan
Pusat Rehabilitasi Besar
- Luas bangunan > 3.000 m²
- Termasuk konsultasi, pendampingan & revisi
- Termasuk semua biaya administrasi & teknis
Catatan Penting:
Biaya di atas merupakan estimasi dan dapat bervariasi tergantung kondisi gedung, lokasi, dan kompleksitas perizinan di KAB. MIMIKA. Konsultasikan dengan tim kami untuk mendapatkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan Pusat Rehabilitasi Anda.
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Tahapan Pengurusan SLF Pusat Rehabilitasi
Proses yang kami lakukan untuk membantu Anda mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Pusat Rehabilitasi.
Konsultasi Awal
Diskusi kebutuhan dan kondisi Pusat Rehabilitasi Anda saat ini
Inspeksi Teknis
Pemeriksaan kesiapan gedung dan identifikasi kebutuhan perbaikan
Penyiapan Dokumen
Menyiapkan seluruh dokumen administratif dan teknis yang diperlukan
Pengurusan SLF
Mengurus proses pengajuan hingga terbitnya sertifikat
Pastikan Pusat Rehabilitasi Anda memenuhi standar keamanan dan kenyamanan dengan SLF yang valid di KAB. MIMIKA
Tim ahli kami siap membantu Anda mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi di KAB. MIMIKA dengan proses cepat dan profesional
Konsultasi Gratis Sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Pertanyaan Umum tentang SLF Pusat Rehabilitasi
Hubungi Kami
Tim ahli kami siap membantu Anda dalam pengurusan SLF Pusat Rehabilitasi dengan cepat dan profesional.
Telepon
+62811 1231 551
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Jangkauan Layanan Nasional
SLF.co.id juga melayani Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Pusat Rehabilitasi di kota-kota di Provinsi PAPUA. Cek beberapa kota lain yang menggunakan jasa kami.
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. MERAUKE
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. JAYAWIJAYA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. JAYAPURA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. NABIRE
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. KEPULAUAN YAPEN
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. BIAK NUMFOR
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. PUNCAK JAYA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. PANIAI
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. MIMIKA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. SARMI
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. KEEROM
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. PEGUNUNGAN BINTANG
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. YAHUKIMO
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. TOLIKARA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. WAROPEN
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. BOVEN DIGOEL
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. MAPPI
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. ASMAT
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. SUPIORI
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. MAMBERAMO RAYA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. MAMBERAMO TENGAH
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. YALIMO
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. LANNY JAYA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. NDUGA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. PUNCAK
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. DOGIYAI
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. INTAN JAYA
-
SLF Pusat Rehabilitasi KAB. DEIYAI
-
SLF Pusat Rehabilitasi KOTA JAYAPURA