Butuh SLF di KAB. JOMBANG? Pelajari syarat dan prosesnya sekarang. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG
Layanan profesional untuk memastikan Pusat Kuliner Anda memenuhi standar keamanan dan kenyamanan
Tingkat Keberhasilan
98.5%dalam pengurusan SLF Pusat Kuliner
Pusat Kuliner Terlayani
250+di seluruh Indonesia
Klien Puas
95%berdasarkan survei kepuasan
Pusat Kuliner adalah fasilitas komersial yang menampung berbagai pedagang makanan dan minuman dalam satu lokasi terintegrasi. Dengan konsentrasi aktivitas memasak dan kepadatan pengunjung, pusat kuliner menghadapi risiko kebakaran dan keselamatan pangan yang harus diantisipasi.
Dengan karakteristik penggunaan api terbuka dan peralatan memasak, pusat kuliner memerlukan sistem ventilasi dan proteksi kebakaran khusus. Penanganan minyak goreng, gas LPG, dan limbah makanan membutuhkan desain infrastruktur yang aman dan higienis.
SLF untuk pusat kuliner memastikan bahwa struktur bangunan, sistem utilitas, dan pencegahan kebakaran memenuhi standar. Ini melindungi pedagang, pengunjung, dan memastikan keamanan pangan bagi konsumen.
Dengan SLF yang diperbarui secara berkala, pengelola pusat kuliner dapat menarik tenant berkualitas dan memenuhi persyaratan dari dinas kesehatan serta regulasi keamanan pangan yang berlaku.
Bangunan Apa saja yang harus memiliki SLF di KAB. JOMBANG?
-
Gudang Pabrik
-
Gedung Kantor
-
Hotel
-
Pusat Perbelanjaan
-
Rumah Susun
-
Apartemen
-
Gedung Perkantoran
-
Pusat Perbelanjaan/mall
-
Rumah Sakit
-
Sekolah
-
Universitas
-
Stadion
-
Gedung Olahraga
-
Bioskop
-
Gedung Pertunjukan
-
Gedung Pertemuan
-
Gedung Serba Guna
-
Gedung Konvensi
-
Industri/pabrik
-
Gudang Penyimpanan
-
Kondotel
-
Bandar Udara
-
Terminal Bus
-
Stasiun Kereta Api
-
Pelabuhan
-
Gedung Parkir
-
Pusat Data
-
Laboratorium
-
Gedung Perpustakaan
-
Museum
-
Gedung Ibadah/tempat Ibadah
-
Gedung Pemerintahan
-
Gedung BUMN
-
Gedung Bank
-
Gedung Perkantoran Swasta
-
Pasar Tradisional
-
Pusat Kuliner
-
Gedung Restoran Besar
-
Gedung Peribadatan
-
Rusunawa
-
Rusunami
-
Tempat Hiburan Malam
-
Gedung SPBU
-
Gedung Showroom Kendaraan
-
Gedung Bengkel
-
Gedung Penjara/Lembaga Pemasyarakatan
-
Menara Telekomunikasi
-
Gedung Pemadam Kebakaran
-
Gedung Pembangkit Listrik
-
Gedung Substation Listrik
-
Gedung Tempat Penitipan Anak
-
Pusat Rehabilitasi
Dapatkan Layanan SLF Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG? Gratis Konsultasi
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Tentang KAB. JOMBANG

Peta Layanan Jasa SIA/SILO/Suket K3 Alat dan Riksa Uji di KAB. JOMBANG
Kecamatan di Wilayah KAB. JOMBANG
-
Kecamatan Ngusikan
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Megaluh
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Jogoroto
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Bandarkedungmulyo
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Kudu
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Kabuh
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Plandaan
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Ploso
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Tembelang
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Kesamben
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Sumobito
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Peterongan
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Jombang
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Diwek
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Mojowarno
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Mojoagung
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Wonosalam
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Bareng
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Ngoro
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Gudo
KAB. JOMBANG -
Kecamatan Perak
KAB. JOMBANG
Tentang KAB. JOMBANG
Kabupaten Jombang (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦗꦺꦴꦩ꧀ꦧꦁ, Pegon: جَومباڠcode: jv is deprecated ; pengucapan bahasa Jawa: ) adalah sebuah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Jombang. Kabupaten Jombang memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km dari barat daya Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Luas wilayah kabupaten Jombang yakni 1.159,50 km². Pada tahun 2024, penduduk Jombang mencapai 1.376.547 jiwa, dengan kepadatan penduduk 1.187 jiwa/km2.
Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas tengah (Jakarta–Purwokerto–Yogyakarta–Ngawi–Surabaya) dan selatan Jawa (Bandung–Yogyakarta–Ngawi–Surabaya), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.
Jombang dikenal dengan sebutan "Kota Santri," karena banyaknya institusi pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya. Bahkan ada pemeo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).
Tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Kabupaten Jombang adalah Presiden Republik Indonesia ke-4, K.H. Abdurrahman Wahid; Ketua Umum PKI pertama, Semaun; pahlawan nasional K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Wahid Hasyim; tokoh intelektual Islam, Nurcholis Madjid; dan budayawan, Emha Ainun Najib.
Salah satu etimologi yang beredar di masyarakat Jombang adalah, bahwa Jombang berasal dari lakuran kata berbahasa Jawa yaitu ijo 'hijau' dan abang 'merah'. Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan. Kaum abangan berbeda dengan kaum kejawen. Kaum abangan ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai kaum sekuler Jawa, pada praktik agama atau adat mereka tidak terlalu fasih dalam hal tersebut dan "cenderung tidak menitikberatkan pada hal tersebut". Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan, dan harmonis di Kabupaten Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.
Namun, apakah nama "Jombang" ini memang benar-benar akronim dari ijo dan abang masih membutuhkan kajian yang lebih komprehensif sebab sumber-sumber yang menjadi rujukan sering kali hanya dari sumber lisan.
Kabupaten Jombang terletak di perlintasan jalur selatan jaringan jalan Jakarta – Surabaya. Luas wilayah Kabupaten Jombang mencapai 1.159,50 km², terdiri dari 21 kecamatan dan 306 desa/kelurahan. Wilayah Kabupaten Jombang sebagian besar berada pada ketinggian kurang dari 350 mdpl, dan sebagian kecil berada pada ketinggian ≥1000 mdpl, yaitu wilayah yang berada di Kecamatan Wonosalam. Letak geografis Kabupaten Jombang terletak antara 112°03'45" dan 112°27'21" Bujur Timur dan 7°24'01" – 7°45'01" Lintang Selatan.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang merupakan dataran rendah, yakni 90% wilayahnya berada pada ketinggian kurang dari 500 meter dpl. Secara umum Kabupaten Jombang dapat dibagi menjadi tiga bagian:
Sungai Brantas, yang merupakan sungai terbesar di Jawa Timur, memisahkan Kabupaten Jombang menjadi dua bagian: bagian utara (24%) dan bagian selatan (76%), sepanjang ±44 km. Kabupaten Jombang juga terus berupaya dalam menyelamatkan tanggul dan ekosistem yang ada di sepanjang sungai Brantas. Langkah itu antara lain dengan membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang anggotanya terdiri dari para penambang pasir yang ada di delapan kecamatan, dan tersebar di 34 desa. Sungai-sungai lain yang signifikan adalah Sungai Marmoyo (23 km), Sungai Ngotok Ring Kanal (27 km), Sungai Konto (14 km), Sungai Gunting (12 km), dan Sungai Jurangjero (12 km).
Pola penggunaan tanah di Kabupaten Jombang (2003) terbanyak digunakan untuk area persawahan (42%), diikuti dengan permukiman (19%), hutan (18%), tegal (12%), dan lainnya. Sebagian besar sawah (82%) merupakan irigasi teknis, dan sebagian (10%) merupakan sawah tadah hujan.
Keadaan iklim khususnya curah hujan di Kabupaten Jombang yang terletak pada ketinggian 500 meter dari permukaan laut, mempunyai curah hujan relatif rendah yakni berkisar antara 1500 – 2000 mm per tahun. Sedangkan untuk daerah yang terletak pada ketinggian lebih dari 500 meter dari permukaan air laut, rata-rata curah hujannya mencapai 2500 mm pertahunnya.
Iklim Kabupaten Jombang termasuk iklim tropis. Berdasarkan hasil perhitungan menurut klasifikasi yang diberikan oleh Schmidt dan Ferguson, iklim Kabupaten Jombang termasuk tipe iklim D, di mana musim penghujan tipe ini biasanya jatuh pada bulan November sampai April, dan musim kemarau jatuh pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober.
Penemuan fosil Homo Mojokertensis di lembah Sungai Brantas menunjukkan bahwa seputaran wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang diduga telah dihuni sejak ratusan ribu tahun yang lalu.
Tahun 929, Raja Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, diduga karena letusan Gunung Merapi atau serangan Kerajaan Sriwijaya. Beberapa literatur menyebutkan pusat kerajaan yang baru ini terletak di Watugaluh. Suksesor Mpu Sindok adalah Sri Isyana Tunggawijaya (947-985) dan Dharmawangsa (985-1006). Tahun 1006, sekutu Sriwijaya menghancurkan ibu kota kerajaan Mataram, dan menewaskan Raja Dharmawangsa. Airlangga, putra mahkota yang ketika itu masih muda, berhasil meloloskan diri dari serbuan Sriwijaya, dan menghimpun kekuatan untuk mendirikan kembali kerajaan yang telah runtuh. Bukti petilasan sejarah Airlangga sewaktu menghimpun kekuatan kini dapat dijumpai di Sendang Made, Kecamatan Kudu. Tahun 1019, Airlangga mendirikan Kerajaan Kahuripan, yang kelak wilayahnya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali, serta mengadakan perdamaian dengan Sriwijaya.
Pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah Kabupaten Jombang masa kini merupakan gerbang Majapahit. Gapura barat adalah Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, sedangkan gapura selatan adalah Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Hingga kini, banyak dijumpai nama-nama desa dan kecamatan (toponimi) yang diawali dengan kata {mojo-}, di antaranya Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojotrisno, Mojongapit, Mojokuripan, dan sebagainya. Salah satu peninggalan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng.
Menyusul runtuhnya Majapahit, agama Islam mulai berkembang. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam. Pasca perjanjian Giyanti wilayah Jombang menjadi bagian dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Mancanegara Surakarta/Brang Wetan Surakarta). Seiring dengan melemahnya pengaruh Mataram dan kemudian kedua pecahannya, Yogyakarta dan Surakarta, kompeni Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC pada akhir abad ke-18, yang kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda pada awal abad ke-19. Hal ini dipicu setelah perang Jawa yang begitu menguras kas penjajah untuk itu pada 1830 wilayah mancanegara Surakarta dan Yogyakarta dirampas oleh Belanda sehingga Jombang menjadi langsung di bawah Gupernemen Hindia Belanda. Seperti di daerah lain, pernah diduduki oleh Bala Tentara Dai Nippon (Jepang) pada tahun 1942 sampai Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Jombang juga menjadi bagian dari wilayah gerakan revolusi kemerdekaan Indonesia. Etnis Tionghoa juga berkembang dengan adanya tiga kelenteng di wilayah Jombang, yang sampai sekarang masih berfungsi. Etnis Arab juga cukup signifikan berkembang. Hingga kini pun masih ditemukan sejumlah kawasan yang mayoritasnya adalah etnis Tionghoa dan Arab, terutama di kawasan perkotaan.
Tahun 1811, didirikan Kabupaten Mojokerto, yang wilayahnya meliputi Kabupaten Jombang masa kini. Jombang merupakan salah satu kawedanan di dalam Kabupaten Mojokerto. Bahkan Trowulan (di mana merupakan pusat Kerajaan Majapahit), masuk dalam kawedanan (onderdistrict afdeeling) Jombang.
Alfred Russel Wallace (1823-1913), naturalis asal Inggris yang memformulasikan Teori Evolusi, dan terkenal akan Garis Wallace, pernah mengunjungi dan bermalam di Jombang ketika mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia.
Tahun 1910, Jombang memperoleh status Kabupaten, yang memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto, dengan Raden Adipati Arya Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang pertama. Masa pergerakan nasional, wilayah Kabupaten Jombang memiliki peran penting dalam menentang kolonialisme. Beberapa putra Jombang merupakan tokoh perintis kemerdekaan Indonesia, seperti KH Hasyim Asy'ari (salah satu pendiri NU dan pernah menjabat ketua Masyumi) dan KH Wachid Hasyim (salah satu anggota BPUPKI termuda, serta Menteri Agama RI pertama).
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur mengukuhkan Jombang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur.
Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, dibentuklah kecamatan-kecamatan baru pasca kemerdekaan. Tahun 1982, dilakukan pemekaran tiga kecamatan baru sekaligus yaitu Kecamatan Jogoroto yang dimekarkan dari Peterongan, Kecamatan Bandarkedungmulyo yang dimekarkan dari Perak, dan Kecamatan Megaluh yang dimekarkan dari Tembelang. Selanjutnya pada tahun 2001 kembali dilakukan pemekaran kecamatan lagi yaitu Kecamatan Ngusikan yang dimekarkan dari Kecamatan Kudu.
Bupati perempuan Jombang pertama Hj Mundjidah Wahab merupakan putri pahlawan nasional KH A Wahab Hasbullah. Secara nasab, Kiai Wahab sambung sampai Joko Tingkir. Secara ringkas, tokoh Jombang yang keturunan Joko Tingkir yaitu pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional yaitu KH M Hasyim Asy’ari, pahlawan nasional KH Abdul Wahab Hasbullah, pahlawan nasional KH A Wahid Hasyim, presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).
Dari kalangan tokoh perempuan ada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, Nyai Sholilah, Hj Mundjidah Wahab (Wakil Bupati Jombang 2013-2018, Bupati Jombang 2018-2023) dan masih banyak lagi kiai keturunan Joko Tingkir yang tidak mungkin ditulis satu persatu.
Kabupaten Jombang terdiri atas 21 kecamatan, yang mencakup 302 desa dan 4 kelurahan. Sebagai pusat pemerintahan adalah Kecamatan Jombang. Kecamatan Ngusikan, merupakan pemekaran dari Kecamatan Kudu yang dibentuk pada tahun 2001.
Pada tahun 2020, penduduk Jombang mencapai 1.318.062 jiwa, dengan kepadatan penduduk 1.137 jiwa/km². Terdiri dari 664.605 laki-laki, dan 653.457 perempuan. Sedikitnya 55% penduduk tinggal di wilayah perkotaan. Konsentrasi sebaran penduduk terutama di Kecamatan Jombang (dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi, yakni 3.198 jiwa/km²), Kecamatan Tembelang (bagian selatan), Kecamatan Peterongan (bagian tengah, dan selatan), Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Mojowarno (bagian utara, dan timur), sepanjang jalan raya Jombang-Peterongan-Mojoagung-Mojokerto, serta sepanjang jalan raya Jombang-Diwek-Blimbing-Ngoro-Kandangan. Kawasan padat penduduk lainnya adalah kawasan perkotaan di kecamatan Ploso, Perak, Ngoro, dan Plandaan. Bagian barat laut (yang merupakan perbukitan kapur) dan bagian tenggara (yang merupakan daerah pegunungan) merupakan kawasan yang memiliki kepadatan penduduk jarang. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2010–2020 mencapai 0,96 %, meningkat dibandingkan periode 2000–2010 yang sebesar 0,67 %.
Penduduk Jombang pada umumnya adalah etnis Jawa. Namun, terdapat minoritas etnis Madura, Tionghoa, dan Arab yang cukup signifikan. Etnis Tionghoa, dan Arab umumnya tinggal di kawasan perkotaan, dan bergerak di sektor perdagangan dan jasa, sedangkan etnis Madura kebanyakan berprofesi sebagai petani, pedagang, dan banyak tersebar di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh masyarakat di Kabupaten Jombang. Bahasa Jawa dialek Jombang yang dituturkan banyak memiliki pengaruh dialek Surabaya yang terkenal egaliter, dan blak-blakan dan umum digunakan di mayoritas wilayah Jombang, sedangkan di wilayah barat dan selatan Kabupaten Jombang merupakan daerah pertemuan dua dialek bahasa Jawa, antara dialek Surabaya dan dialek Mataraman, terutama di beberapa kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk dan Kediri, di sana memilki setengah pengaruh dialek Mataraman yang banyak memiliki kesamaan dengan dialek Jawa Tengahan. Salah satu ciri khas yang membedakan dialek Surabaya dengan dialek Mataraman adalah penggunaan kata arek (sebagai pengganti kata bocah) dan kata cak (sebagai pengganti kata mas atau kang).
Bahasa Madura juga digunakan oleh penduduk transmigran di desa Manduro, di mana desa ini merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Jombang yang sebagian penduduknya menggunakan bahasa Madura. Letaknya yang dikelilingi oleh desa-desa berbahasa Jawa membuat bahasa ini terancam punah. Dari empat dusun yang terdapat di sana, dua dusun di antaranya menggunakan bahasa Madura, yaitu dusun Dander dan dusun Matokan, akan tetapi bahasa Jawa lebih sering digunakan, sedangkan di dusun Guwo dan dusun Gesing hanya menggunakan bahasa Jawa.
Sebagian besar agama yang dianut penduduk Jombang adalah Islam dianut oleh 97,27% penduduk Kabupaten Jombang, diikuti dengan agama Kristen Protestan 1,64%, Katolik 0,54%, Hindu 0,37%, Buddha 0,09%, Konghucu 0,08% dan Kepercayaan 0,01%.
Meskipun Jombang dikenal dengan sebutan "kota santri", karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya, tetapi kehidupan beragama di Kabupaten Jombang sangat toleran. Di desa Mojowangi Kecamatan Mojowarno, (atau sekitar 8 km dari Ponpes Tebuireng), merupakan kawasan dengan banyak pemeluk agama Kristen Protestan, dan daerah tersebut pernah menjadi pusat penyebaran salah satu aliran agama Kristen Protestan pada era Kolonial Belanda, dengan bangunan gereja tertua, dan salah satu yang terbesar di Jawa Timur, yaitu Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, dengan dilengkapi rumah sakit Kristen, dan sekolah-sekolah Kristen. Agama Hindu juga dianut sebagian penduduk Jombang, terutama di kawasan selatan (Wonosalam, Bareng, dan Ngoro). Selain itu, Kabupaten Jombang memiliki tiga kelenteng yang cukup tua, dan terkenal di pulau Jawa, yakni Hok Liong Kiong (福隆宮) di Kecamatan Jombang (didirikan ± tahun 1890), Hong San Kiong (鳳山宮) di Kecamatan Gudo (didirikan ± tahun 1710), dan Boo Hway Bio (茂淮廟) di Kecamatan Mojoagung (didirikan ± tahun 1930).
Kabupaten Jombang memiliki sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng, Universitas Darul Ulum (UNDAR), Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Jombang , STKIP PGRI Jombang, STIE PGRI Dewantara, Universitas Hasyim Asy'ari (UNHASY), Universitas Pesantren Darul Ulum (UNIPDU), STIKES Pemkab Jombang, STIKES ICME, Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib (STAIA), dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) BABUSSALAM. Kabupaten Jombang memiliki kurang lebih 809 SD atau sederajat; 270 SMP atau sederajat; 140 SMA atau sederajat; dan 69 SMK atau sederajat. Keseluruhannya meliputi sekolah negeri maupun swasta.
Jombang memiliki satu kode area dengan Mojokerto, yakni 0321. Operator telepon seluler yang beroperasi di Jombang untuk GSM adalah Telkomsel, Indosat, 3, dan Excelcomindo; sedang untuk CDMA hanyalah Smartfren.
Di Jombang terdapat beberapa stasiun radio FM (termasuk dua milik pemerintah), serta sejumlah tabloid, majalah, dan surat kabar regional.
Leading newspaper di Jombang antara lain adalah Harian Seputar Indonesia (SINDO), Jawa Pos (Radar Mojokerto), Kompas, suarajatimpost, JombangKu.com Surya, Bangsa, Memorandum, Surabaya Pagi, dan Jatim Mandiri.
Disamping itu, ada beberapa media online yang diterbitkan di Kabupaten Jombang, seperti FaktaJombang.com, Nusantara Pos>
Dan di Jombang dapat dengan jelas menangkap saluran TVRI, 13 TV swasta nasional, 1 stasiun televisi lokal Jombang (RCTV), serta beberapa stasiun televisi lokal dari Surabaya , Malang dan Kediri.
Sektor pertanian menyumbang 38,16% total PDRB Kabupaten Jombang. Meski nilai produksi pertanian mengalami peningkatan, tetapi kontribusi sektor ini mengalami penurunan. Sektor pertanian digeluti oleh sedikitnya 31% penduduk usia kerja. Tradisi, kemudahan yang disediakan oleh alam, dan adanya terobosan baru rupanya menjadikan alasan untuk bertahan. Kesuburan tanah di sini konon dipengaruhi oleh material letusan Gunung Kelud yang terbawa arus deras Sungai Brantas dan Kali Konto serta sungai-sungai kecil lainnya. Sistem pengairan juga sangat ekstensif dan memadai, dan 83% di antaranya merupakan irigasi teknis.
Sedikitnya 42% lahan di Jombang digunakan sebagai area persawahan. Letaknya di bagian tengah kabupaten dengan ketinggian 25-100 meter dpl. Lokasi ini ditanami tanaman padi serta palawija seperti jagung, kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan ubi kayu. Komoditas andalan tanaman pangan Kabupaten Jombang di tingkat provinsi adalah padi, jagung, kacang kedelai dan ubi kayu. Besarnya produksi padi telah menempatkan Jombang sebagai daerah swasembada beras di Provinsi Jawa Timur.
Di bagian utara merupakan sentra buah-buahan seperti mangga, pisang, nangka, dan sirsak. Kecamatan Wonosalam juga merupakan sentra buah-buahan terutama durian bido. Kecamatan Perak merupakan penghasil utama jeruk nipis, yang diunggulkan karena tipis kulitnya serta banyak airnya.
Komoditas andalan perkebunan Kabupaten Jombang di tingkat provinsi adalah tebu. Sedang di tingkat regional, komoditas unggulan adalah serat karung, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, randu, tembakau, dan beberapa tanaman Toga (lengkuas, kencur, kunyit, jahe, dan serai). Proyek percontohan Toga terlengkap di Jombang adalah Taman Toziega PKK Kabupaten Jombang dan Toziega Asri di Desa Dapurkejambon Jombang. Toziega (Taman Obat Gizi, dan Ekonomi Keluarga) merupakan pengembangan dari Toga (Tanaman Obat Keluarga). Di mana dalam Toziega ditambahkan pengadaan sumber gizi secara mandiri dan komersialisasi dari hasil pengelolaan tanaman obat. Gagasan proyek percontohan Toziega dicetuskan dan dibidani oleh Ir. Tyasono Sankadji, yang kemudian menjadi salah satu jargon kebanggaan pertanian dan perkebunan Kabupaten Jombang. Tebu merupakan bahan mentah utama industri gula di Jombang (di mana Jombang memiliki dua pabrik gula). Perkebunan tebu tersebar merata di dataran rendah, dan dataran tinggi Kabupaten Jombang. Daerah pegunungan di sebelah tenggara (terutama Kecamatan Wonosalam) merupakan sentra tanaman perkebunan kopi, kakao, dan cengkih. Daerah pegunungan di utara merupakan penghasil utama tembakau di Jombang.
Hampir 20% wilayah Kabupaten Jombang merupakan kawasan hutan. Kawasan hutan tersebut terdapat di bagian utara (kecamatan Plandaan, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan) serta bagian tenggara Kabupaten Jombang (Kecamatan Wonosalam, Bareng, dan Mojowarno). Di wilayah hutan Kabupaten Jombang, 61% merupakan hutan produksi, 23% hutan tebang pilih, 15% hutan wisata, dan 1,5% merupakan hutan lindung. Kayu jati adalah komoditas unggulan subsektor kehutanan di Kabupaten Jombang.
Komoditas peternakan Kabupaten Jombang meliputi ayam pedaging, ayam petelur, ayam buras, sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, dan itik. Ayam pedaging merupakan komoditas unggulan peternakan di tingkat provinsi. Beberapa perusahaan menengah bergerak di bidang peternakan. Mengingat lokasi Kabupaten Jombang yang bukan kawasan pantai, perikanan perairan umum dan kolam merupakan komoditas unggulan di bidang perikanan.
Sektor perdagangan menyumbang PDRB kabupaten terbesar kedua setelah pertanian. Majunya pertanian di Jombang rupanya turut menggairahkan sektor perdagangan. Kabupaten Jombang merupakan salah satu penyuplai utama komoditas pertanian tanaman pangan dan perkebunan di Jawa Timur. Kabupaten Jombang memiliki 17 pasar umum yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten, serta 12 pasar hewan. Kota Jombang sendiri memiliki Pasar Legi Citra Niaga, Pasar Pon, Pasar Loak, dan Pasar Burung (Pasar Senggol). Perdagangan retail dilayani oleh berbagai pusat perbelanjaan serta supermarket besar maupun kecil. Di samping Pasar Legi Citra Niaga, dua kawasan ruko yang terbesar adalah Kompleks Simpang Tiga dan Kompleks Cempaka Mas. Selain Kecamatan Jombang, kawasan pusat komersial regional di Kabupaten Jombang terdapat di Kecamatan Mojoagung, Ploso, dan Ngoro.
Sektor industri manufaktur menyumbang PDRB kabupaten terbesar ketiga setelah pertanian, dan perdagangan. Majunya industri di Jombang ditopang oleh kemudahan transportasi, serta letak Kabupaten Jombang yang strategis, yakni berada di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa, dan bersebelahan dengan kawasan segitiga industri Surabaya-Mojokerto-Pasuruan.
Industri besar di Kabupaten Jombang yang merambah pasar luar negeri di antaranya adalah PT Pei Hai Wiratama Indonesia (produk sepatu, topi, dan T-Shirt dengan brand "Diadora" dan "Fila") di Jogoloyo (Jogoroto); PT Japfa Comfeed (produk makanan ternak) di Tunggorono (Jombang); PT Usmany Indah (produk kayu olahan); MKS-Sampoerna (produk rokok) di Ploso dan Ngoro; PT Cheil Jedang Indonesia (produk industri kimia setengah jadi) di Jatigedong (Ploso); PT Cheil Jedang Superfeed (produk pakan ternak) di Mojoagung; PT Mentari International (produk mainan anak) di Tunggorono (Jombang); serta PT Seng Fong Moulding Perkasa (produk ubin kayu). Kabupaten Jombang juga memiliki dua pabrik gula: PG Djombang Baru di Kecamatan Jombang dan PG Tjoekir di Kecamatan Diwek.
Sebanyak 96% industri manufaktur di Kabupaten Jombang merupakan industri kecil, dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 60%. Industri kecil yang merambah pasar luar negeri adalah industri kerajinan manik-manik kaca (di Desa Plumbon-Gambang, Kecamatan Gudo) dan industri kerajinan cor kuningan (di Desa Mojotrisno, Mojoagung). Kedua kerajinan tersebut adalah khas Jombang. Sementara itu, industri kecil lain yang dipasarkan di tingkat nasional antara lain adalah mebelair (di Mojowarno), anyaman tas (di Mojowarno), limun (di Bareng dan Ngoro), serta Kecap "Ikan Dorang", yang merupakan salah satu trade mark Jombang.
Saat ini di Kabupaten Jombang tidak terdapat aktivitas pertambangan. Namun diduga terdapat deposit minyak bumi di bagian utara dan barat Kabupaten Jombang. Bahan galian di Kabupaten Jombang antara lain yodium, diatomit, andesit, lempung, dan pasir batu.
Di Kabupaten Jombang terdapat beberapa bank besar yang beroperasi seperti Bank Jombang, Diarsipkan 2015-09-21 di Wayback Machine. Bank Jatim, Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, BNI, BII, Bank Mega, dan lain-lain. Bank-bank tersebut juga menyediakan pelayanan ATM hampir di setiap kecamatan.
Kabupaten Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di jalur utama Pulau Jawa (Yogyakarta-Surabaya-Bali). Jombang dilintasi Jalan Nasional Rute 17 yang menghubungkan Kota Surabaya dan Yogyakarta. Selain itu, Kabupaten Jombang juga merupakan persimpangan jalur menuju Kediri/Tulungagung, Malang, serta Babat/pantura. Kabupaten ini juga dihubungkan dengan kota-kota lain di Pulau Jawa dengan Jalan Tol Trans Jawa, yakni ruas Jalan Tol Mojokerto-Kertosono. Jalan tol ini melintasi bagian utara dan tengah wilayah Kabupaten Jombang. Gerbang tol yang mendukung akses dari dan menuju ke Kabupaten Jombang berlokasi di daerah Tembelang yang menuju ke arah ibu kota Jombang dan Ploso, serta Bandar Kedungmulyo yang menuju ke wilayah Kabupaten Jombang bagian barat. Ibu kota Jombang dapat ditempuh dua jam dari ibu kota Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya via jalan arteri atau satu jam via jalan tol.
Terminal Kepuhsari, yang terletak di Kecamatan Peterongan, 5 km dari ibu kota Jombang, merupakan terminal utama kabupaten yang menghubungkan Jombang dengan kota-kota lainnya. Jalur bus jurusan Surabaya, Kediri/Tulungagung, dan Ngawi, Solo/Jogja merupakan jalur yang beroperasi 24 jam nonstop. Bus yang ingin memberhentikan para penumpang yang ingin ke Jombang Kota biasanya diturunkan di “Simpang Tiga” kota Jombang yang biasanya disebut Terminal Lama.
Kabupaten Jombang juga dihubungkan dengan kota-kota lain di Pulau Jawa dengan menggunakan jalur kereta api. Stasiun Jombang merupakan stasiun utama, di samping empat stasiun lainnya: Sembung, Peterongan, Sumobito, dan Curahmalang yang berada di lintas utama selatan Pulau Jawa yang menghubungkan Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Surabaya, Jawa Timur. Jalur kereta api antarkota dan komuter yang melintasi stasiun KA Jombang adalah:
Untuk transportasi intra wilayah kabupaten, terdapat Angkutan Pedesaan dengan 24 trayek, yang menjangkau ke semua kecamatan. Ini masih ditambah lagi dengan adanya trayek angkutan antarkota yang menghubungkan kota Jombang dengan wilayah kabupaten di sekitarnya, yakni jurusan Pare, Kandangan, Babat, Kertosono, Malang serta Mojokerto.
Jombang terkenal dengan berbagai tempat wisatanya dari wisata religi hingga wisata alam. Wisata religi yang terkenal di Jombang adalah makam berbagai tokoh nasional yang ada di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng. Tokoh-tokoh tersebut misalnya KH. Hasyim Asy'ari - pahlawan nasional yang merupakan pendiri Ponpes Tebuireng serta Nahdlatul Ulama (organisasi massa terbesar di Indonesia), KH Abdul Wahid Hasyim - pahlawan nasional yang merupakan menteri agama Indonesia dan salah satu perumus Piagam Jakarta, dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) - presiden keempat Indonesia.
Jombang juga dikenal dengan wisata alamnya terutama di Kecamatan Wonosalam yang ada di lereng Gunung Anjasmoro. Wonosalam merupakan kecamatan terselatan dan tertinggi di Kabupaten Jombang dengan geografi berupa perbukitan yang hijau. Wonosalam memiliki banyak tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai wilayah di Jawa Timur, contohnya air terjun, wisata sungai, kolam renang, agrowisata, bumi perkemahan hingga wisata kuliner yang disuguhi pemandangan yang indah dengan suasana yang sejuk.
Wonosalam juga dikenal dengan komoditas perkebunannya seperti porang, kopi, cengkeh, jengkol, salak, dan yang paling terkenal adalah durian. Setiap tahunnya, terdapat acara bernama Kenduren Wonosalam sebagai bentuk rasa syukur petani atas hasil panen yang melimpah. Acara ini mencakup arak-arakan tumpeng raksasa yang terbuat dari durian dan hasil bumi lainnya hingga bagi-bagi durian gratis kepada pengunjung. Selain durian, Wonosalam juga dikenal sebagai penghasil susu sapi perah.
Mengapa SLF Penting untuk Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG?
Sertifikat Laik Fungsi memastikan gedung Pusat Kuliner Anda aman, nyaman, dan memenuhi standar regulasi terkini di KAB. JOMBANG.
Jaminan Keamanan
SLF memastikan semua aspek keamanan seperti struktur bangunan, perlindungan kebakaran, dan jalur evakuasi memenuhi standar yang ditetapkan
Legalitas Operasional
Memiliki SLF berarti Pusat Kuliner Anda beroperasi secara legal dan terhindar dari sanksi administratif maupun penutupan paksa
Kepercayaan Pengunjung
Meningkatkan kepercayaan pengunjung dengan jaminan bahwa Pusat Kuliner telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan menonton
Dasar Hukum SLF Pusat Kuliner
- UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
- PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002
- Permen PUPR No. 27/PRT/M/2018 tentang SLF Bangunan Gedung
- Peraturan Daerah sesuai lokasi Pusat Kuliner
Keuntungan Menggunakan Jasa Kami
- Tim ahli berpengalaman di bidang SLF Pusat Kuliner
- Jaringan yang luas dengan instansi terkait
- Track record keberhasilan pengurusan SLF Pusat Kuliner
- Pendampingan dari awal hingga terbitnya sertifikat
- Biaya transparan tanpa biaya tersembunyi
Layanan SLF Pusat Kuliner Kami di KAB. JOMBANG
Kami menyediakan layanan komprehensif untuk mendapatkan dan memperbarui Sertifikat Laik Fungsi Pusat Kuliner Anda, dengan pendekatan profesional dan efisien.
Audit & Penilaian
Penilaian menyeluruh terhadap kondisi bangunan Pusat Kuliner untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sebelum pengajuan SLF.
Penyusunan Dokumen
Menyiapkan seluruh dokumen teknis dan administratif yang diperlukan untuk proses pengajuan SLF.
Pendampingan Teknis
Konsultasi dan pendampingan untuk memenuhi persyaratan teknis seperti sistem proteksi kebakaran, akustik, dan pencahayaan.
Koordinasi dengan Instansi
Menangani komunikasi dan koordinasi dengan dinas terkait untuk memperlancar proses perolehan SLF.
Ingin tau Layanan SLF di KAB. JOMBANG? Hubungi Kami sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Persyaratan SLF Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG
Dokumen dan persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi untuk gedung Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG.
Dokumen Administratif
- Surat permohonan SLF dari pemilik/pengelola Pusat Kuliner
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gedung Pusat Kuliner
- Dokumen Pelaksanaan Konstruksi
- Gambar as-built gedung Pusat Kuliner
- Surat bukti kepemilikan bangunan gedung
- Izin Usaha Perfilman (IUP) dari Kemendikbud
- NPWP dan akta pendirian perusahaan
Persyaratan Teknis
- Memenuhi standar keselamatan struktur bangunan
- Sistem proteksi kebakaran yang memadai
- Instalasi listrik sesuai standar SNI
- Sistem penghawaan dan tata udara yang baik
- Akustik ruangan yang memenuhi standar
- Fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas
- Jalur evakuasi dan pintu darurat sesuai standar
- Sistem pengelolaan limbah dan sanitasi
Masih bingung terkait syarat-syarat SLF di KAB. JOMBANG? Hubungi Kami sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Proses Inspeksi SLF Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG
Aspek-aspek yang diperiksa dalam proses inspeksi untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG.
1. Keselamatan Struktur
- Kekuatan struktur gedung
- Ketahanan terhadap gempa
- Daya dukung lantai
- Kestabilan struktur
- Kekuatan struktur atap
2. Proteksi Kebakaran
- Sistem sprinkler
- Alat pemadam api ringan
- Sistem deteksi asap dan alarm
- Jalur evakuasi dan pintu darurat
- Sistem hidran gedung
3. Utilitas Gedung
- Sistem kelistrikan
- Sistem AC dan ventilasi
- Sistem plumbing
- Generator cadangan
- Sistem penerangan darurat
4. Akustik & Visual
- Kualitas akustik ruang pemutaran
- Insulasi suara antar studio
- Sistem tata suara
- Kualitas visual (proyektor/layar)
- Tata cahaya
5. Aksesibilitas
- Akses untuk penyandang disabilitas
- Ramp dan lift khusus
- Toilet untuk disabilitas
- Ruang tunggu yang aksesibel
- Area parkir khusus
6. Sarana Pendukung
- Toilet umum
- Area food court/kafe
- Area parkir
- Sistem ticketing
- Ruang tunggu
Testimoni dari Klien Pusat Kuliner Kami
"Proses pengurusan SLF Pusat Kuliner kami di 3 lokasi berjalan lancar dan tepat waktu. Tim konsultan sangat profesional dan memahami kebutuhan khusus gedung Pusat Kuliner."
"Berkat bantuan tim ahli, Pusat Kuliner baru kami berhasil mendapatkan SLF tepat sebelum jadwal pembukaan. Mereka menemukan dan menyelesaikan beberapa masalah yang sempat terlewatkan dalam perencanaan awal."
"Proses perpanjangan SLF untuk jaringan Pusat Kuliner kami menjadi jauh lebih mudah dengan bantuan mereka. Komunikasi yang jelas dan transparansi biaya sangat kami apresiasi."
Estimasi Biaya SLF Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG
Perkiraan biaya untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi gedung Pusat Kuliner di KAB. JOMBANG berdasarkan ukuran dan kompleksitas.
Pusat Kuliner Kecil
- Luas bangunan < 1.000 m²
- Termasuk konsultasi awal
- Termasuk biaya retribusi
Pusat Kuliner Menengah
- Luas bangunan 1.000-3.000 m²
- Termasuk konsultasi dan pendampingan
- Termasuk biaya retribusi dan perizinan
Pusat Kuliner Besar
- Luas bangunan > 3.000 m²
- Termasuk konsultasi, pendampingan & revisi
- Termasuk semua biaya administrasi & teknis
Catatan Penting:
Biaya di atas merupakan estimasi dan dapat bervariasi tergantung kondisi gedung, lokasi, dan kompleksitas perizinan di KAB. JOMBANG. Konsultasikan dengan tim kami untuk mendapatkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan Pusat Kuliner Anda.
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Tahapan Pengurusan SLF Pusat Kuliner
Proses yang kami lakukan untuk membantu Anda mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Pusat Kuliner.
Konsultasi Awal
Diskusi kebutuhan dan kondisi Pusat Kuliner Anda saat ini
Inspeksi Teknis
Pemeriksaan kesiapan gedung dan identifikasi kebutuhan perbaikan
Penyiapan Dokumen
Menyiapkan seluruh dokumen administratif dan teknis yang diperlukan
Pengurusan SLF
Mengurus proses pengajuan hingga terbitnya sertifikat
Pastikan Pusat Kuliner Anda memenuhi standar keamanan dan kenyamanan dengan SLF yang valid di KAB. JOMBANG
Tim ahli kami siap membantu Anda mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi di KAB. JOMBANG dengan proses cepat dan profesional
Konsultasi Gratis Sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Pertanyaan Umum tentang SLF Pusat Kuliner
Hubungi Kami
Tim ahli kami siap membantu Anda dalam pengurusan SLF Pusat Kuliner dengan cepat dan profesional.
Telepon
+62811 1231 551
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Jangkauan Layanan Nasional
SLF.co.id juga melayani Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Pusat Kuliner di kota-kota di Provinsi JAWA TIMUR. Cek beberapa kota lain yang menggunakan jasa kami.
-
SLF Pusat Kuliner KAB. PACITAN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. PONOROGO
-
SLF Pusat Kuliner KAB. TRENGGALEK
-
SLF Pusat Kuliner KAB. TULUNGAGUNG
-
SLF Pusat Kuliner KAB. BLITAR
-
SLF Pusat Kuliner KAB. KEDIRI
-
SLF Pusat Kuliner KAB. MALANG
-
SLF Pusat Kuliner KAB. LUMAJANG
-
SLF Pusat Kuliner KAB. JEMBER
-
SLF Pusat Kuliner KAB. BANYUWANGI
-
SLF Pusat Kuliner KAB. BONDOWOSO
-
SLF Pusat Kuliner KAB. SITUBONDO
-
SLF Pusat Kuliner KAB. PROBOLINGGO
-
SLF Pusat Kuliner KAB. PASURUAN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. SIDOARJO
-
SLF Pusat Kuliner KAB. MOJOKERTO
-
SLF Pusat Kuliner KAB. JOMBANG
-
SLF Pusat Kuliner KAB. NGANJUK
-
SLF Pusat Kuliner KAB. MADIUN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. MAGETAN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. NGAWI
-
SLF Pusat Kuliner KAB. BOJONEGORO
-
SLF Pusat Kuliner KAB. TUBAN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. LAMONGAN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. GRESIK
-
SLF Pusat Kuliner KAB. BANGKALAN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. SAMPANG
-
SLF Pusat Kuliner KAB. PAMEKASAN
-
SLF Pusat Kuliner KAB. SUMENEP
-
SLF Pusat Kuliner KOTA KEDIRI
-
SLF Pusat Kuliner KOTA BLITAR
-
SLF Pusat Kuliner KOTA MALANG
-
SLF Pusat Kuliner KOTA PROBOLINGGO
-
SLF Pusat Kuliner KOTA PASURUAN
-
SLF Pusat Kuliner KOTA MOJOKERTO
-
SLF Pusat Kuliner KOTA MADIUN
-
SLF Pusat Kuliner KOTA SURABAYA
-
SLF Pusat Kuliner KOTA BATU