Butuh SLF di KAB. KEBUMEN? Pelajari syarat dan prosesnya sekarang. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Museum di KAB. KEBUMEN
Layanan profesional untuk memastikan Museum Anda memenuhi standar keamanan dan kenyamanan
Tingkat Keberhasilan
98.5%dalam pengurusan SLF Museum
Museum Terlayani
250+di seluruh Indonesia
Klien Puas
95%berdasarkan survei kepuasan
Museum adalah institusi budaya yang memamerkan dan melestarikan artefak bersejarah dan karya seni berharga. Dengan tanggung jawab melindungi warisan budaya tak ternilai, museum memerlukan standar keselamatan bangunan tertinggi.
Dengan karakteristik ruang pameran khusus dan kebutuhan preservasi ketat, museum memiliki persyaratan lingkungan yang kompleks. Sistem keamanan berlapis, kontrol suhu/kelembaban presisi, dan proteksi kebakaran yang tidak merusak koleksi menjadi prioritas.
SLF untuk museum memastikan bahwa bangunan dan sistem pendukungnya memenuhi standar konservasi internasional. Ini melindungi pengunjung dan koleksi berharga dari pencurian, kebakaran, dan bencana alam.
Dengan SLF yang diperbarui secara berkala, pengelola museum dapat menjamin pelestarian warisan budaya dan memenuhi persyaratan dari lembaga asuransi seni serta standar museum internasional untuk pinjaman koleksi berharga.
Bangunan Apa saja yang harus memiliki SLF di KAB. KEBUMEN?
-
Gudang Pabrik
-
Gedung Kantor
-
Hotel
-
Pusat Perbelanjaan
-
Rumah Susun
-
Apartemen
-
Gedung Perkantoran
-
Pusat Perbelanjaan/mall
-
Rumah Sakit
-
Sekolah
-
Universitas
-
Stadion
-
Gedung Olahraga
-
Bioskop
-
Gedung Pertunjukan
-
Gedung Pertemuan
-
Gedung Serba Guna
-
Gedung Konvensi
-
Industri/pabrik
-
Gudang Penyimpanan
-
Kondotel
-
Bandar Udara
-
Terminal Bus
-
Stasiun Kereta Api
-
Pelabuhan
-
Gedung Parkir
-
Pusat Data
-
Laboratorium
-
Gedung Perpustakaan
-
Museum
-
Gedung Ibadah/tempat Ibadah
-
Gedung Pemerintahan
-
Gedung BUMN
-
Gedung Bank
-
Gedung Perkantoran Swasta
-
Pasar Tradisional
-
Pusat Kuliner
-
Gedung Restoran Besar
-
Gedung Peribadatan
-
Rusunawa
-
Rusunami
-
Tempat Hiburan Malam
-
Gedung SPBU
-
Gedung Showroom Kendaraan
-
Gedung Bengkel
-
Gedung Penjara/Lembaga Pemasyarakatan
-
Menara Telekomunikasi
-
Gedung Pemadam Kebakaran
-
Gedung Pembangkit Listrik
-
Gedung Substation Listrik
-
Gedung Tempat Penitipan Anak
-
Pusat Rehabilitasi
Dapatkan Layanan SLF Museum di KAB. KEBUMEN? Gratis Konsultasi
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Tentang KAB. KEBUMEN

Peta Layanan Jasa SIA/SILO/Suket K3 Alat dan Riksa Uji di KAB. KEBUMEN
Kecamatan di Wilayah KAB. KEBUMEN
-
Kecamatan Karangsambung
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Poncowarno
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Padureso
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Bonorowo
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Sadang
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Karanggayam
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Karanganyar
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Gombong
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Sempor
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Rowokele
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Kuwarasan
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Adimulyo
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Sruweng
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Pejagoan
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Kebumen
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Alian
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Kutowinangun
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Prembun
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Mirit
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Ambal
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Buluspesantren
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Klirong
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Petanahan
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Puring
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Buayan
KAB. KEBUMEN -
Kecamatan Ayah
KAB. KEBUMEN
Tentang KAB. KEBUMEN
Kabupaten Kebumen (bahasa Jawa: Aksara Jawa: ꦏꦼꦧꦸꦩꦺꦤ꧀code: jv is deprecated , Aksara Kawi: 𑼒𑽀𑼨𑼸𑼪𑼾𑼥𑽁code: kaw is deprecated , Pegon: كبومن) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kecamatan Kebumen. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara di utara, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas di barat. Luas wilayah Kabupaten Kebumen adalah 1.281,12 km², dengan jumlah penduduk sebanyak 1.414.754 jiwa pada tahun 2024.
Kabupaten Kebumen terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis, wilayah ini berada di antara 7°27′–7°50′ Lintang Selatan dan 109°33′–109°50′ Bujur Timur. Kabupaten Kebumen berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara di utara, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas di barat.
Luas wilayah Kabupaten Kebumen adalah 1.281,12 km². Ketinggian wilayahnya berkisar antara 9 meter hingga 198 meter di atas permukaan laut, dengan ketinggian rata-rata wilayah kabupaten sebesar 29 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Kabupaten Kebumen terdiri atas 26 kecamatan. Kecamatan terluas adalah Karanggayam dengan luas 109,29 km² atau 8,53% dari luas kabupaten, sedangkan kecamatan terkecil adalah Gombong dengan luas 19,48 km² atau 1,52% dari luas kabupaten.
Bagian selatan Kabupaten Kebumen merupakan wilayah dataran rendah dan pesisir yang menghadap ke Samudra Hindia, sedangkan bagian utara didominasi perbukitan dan pegunungan yang berhubungan dengan rangkaian Pegunungan Serayu Selatan. Berdasarkan pendataan Potensi Desa 2024, terdapat 30 desa/kelurahan yang berada di tepi laut dan 430 desa/kelurahan yang bukan tepi laut.
Kabupaten Kebumen memiliki kawasan geologi penting yang membentang dari kawasan Karangsambung di bagian utara hingga kawasan karst Karangbolong–Gombong Selatan di bagian selatan. Kawasan Karangsambung telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2817 K/40/MEM/2006, sedangkan Kawasan Bentang Alam Karst Gombong ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 3043 K/40/MEM/2014 yang kemudian diubah dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 3873 K/40/MEM/2014.
Kawasan Karangsambung–Karangbolong kemudian dikembangkan sebagai geopark. Pemerintah Kabupaten Kebumen menyebut kawasan ini memiliki 41 situs geologi, 2 situs biologi, dan 14 situs budaya yang tersebar di 118 desa pada 12 kecamatan. UNESCO mencatat Kebumen sebagai salah satu UNESCO Global Geopark dan menyebut Karangsambung sebagai laboratorium alam batuan tepian benua dan samudra yang menunjukkan bukti proses tektonik lempeng.
Pada tahun 2024, luas lahan sawah di Kabupaten Kebumen tercatat 40.139,55 hektare. Dari jumlah tersebut, 25.794,20 hektare merupakan sawah irigasi, 14.306,35 hektare sawah tadah hujan, 38,00 hektare rawa pasang surut, dan 1,00 hektare rawa lebak.
Lahan pertanian bukan sawah tercatat seluas 52.837,08 hektare. Penggunaan terbesarnya berupa tegal/kebun seluas 22.672,67 hektare, hutan negara 12.532,00 hektare, hutan rakyat 8.660,30 hektare, dan lahan lainnya seperti kolam atau empang seluas 4.277,28 hektare. Selain itu, lahan bukan pertanian tercatat seluas 35.134,87 hektare.
Data iklim BPS untuk Stasiun Sempor menunjukkan curah hujan Kabupaten Kebumen pada tahun 2024 bersifat fluktuatif. Curah hujan tertinggi tercatat pada bulan Januari sebesar 742 mm, sedangkan curah hujan terendah tercatat pada bulan Agustus sebesar 3 mm.
Wilayah Kabupaten Kebumen memiliki jejak permukiman dan aktivitas budaya yang lebih tua daripada pembentukan kabupaten modern. Sejumlah artefak megalitik dan Hindu kuno tercatat ditemukan di beberapa wilayah, antara lain situs lingga-yoni di Ayah dan Sumberadi, arca Ganesha di Kejawang dan Kebumen, serta Situs Talangpati di Pujotirto, Karangsambung. Kajian Hindarto dan Ansori menyebut Situs Talangpati sebagai situs peralihan megalitik ke Hindu di Dusun Kalipuru, Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, meskipun status arkeologisnya masih memerlukan kajian lanjutan.
Dalam tradisi sejarah lokal, wilayah Kebumen lama dikenal dengan nama Panjer. Pemerintah Kabupaten Kebumen mengaitkan sejarah awal Kebumen dengan perkembangan Kesultanan Mataram dan peran tokoh Ki Bodronolo dalam penyediaan logistik pasukan Sultan Agung saat penyerangan ke Batavia pada tahun 1629. Berdasarkan penelusuran sejarah dan pendekatan yuridis-normatif, Pemerintah Kabupaten Kebumen menetapkan 21 Agustus 1629 sebagai hari jadi Kabupaten Kebumen melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 3 Tahun 2018.
Nama Kebumen secara tradisional dikaitkan dengan istilah kabumian, yaitu tempat tinggal Kyai Bumi atau Pangeran Bumidirja. Menurut narasi sejarah lokal yang dicatat Pemerintah Kabupaten Kebumen, Pangeran Bumidirja disebut menyingkir dari lingkungan Mataram pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat I, dan wilayah tempat tinggalnya kemudian dikenal sebagai Kabumian, yang berkembang menjadi Kebumen.
Pada masa kolonial, wilayah Kebumen mengalami perubahan administrasi. Setelah berakhirnya Perang Jawa pada 1830, wilayah Bagelen berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda, dan Kebumen kemudian menjadi salah satu kabupaten dalam Keresidenan Bagelen. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen menyebut bahwa nama “Kebumen” atau “Keboemen” mulai dipakai untuk menamai wilayah pesisir barat Bagelen setelah Perang Jawa, menggantikan nama Panjer dalam struktur administrasi kolonial.
Pada tahun 1901, Keresidenan Bagelen dihapuskan dan wilayahnya digabung ke dalam Keresidenan Kedu. Pada masa itu Kebumen juga menjadi nama sebuah afdeeling yang mencakup Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Karanganyar. Pusat afdeeling tersebut berada di distrik Kebumen.
Sebelum tahun 1936, Karanganyar merupakan kabupaten tersendiri di wilayah barat Kebumen sekarang. Kajian Teguh Hindarto menyebut Karanganyar sebagai kabupaten yang berdiri sendiri sejak 1832 hingga 1936. Penghapusan Kabupaten Karanganyar dikaitkan dengan dampak Depresi Ekonomi 1930-an terhadap birokrasi pemerintahan Hindia Belanda.
Berdasarkan catatan Pemerintah Kecamatan Karanganyar, pada 31 Desember 1935 sejumlah regentschap dihapus, termasuk Karanganyar yang kemudian digabungkan ke Kabupaten Kebumen. Sejak 1 Januari 1936, Karanganyar tidak lagi menjadi kabupaten tersendiri dan kemudian menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Kebumen.
Setelah Indonesia merdeka, kedudukan Kebumen sebagai daerah kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Tengah ditegaskan melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah. Dalam undang-undang tersebut, Kebumen dicantumkan sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah.
Lambang Kabupaten Kebumen diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 6 Tahun 2022 tentang Lambang Daerah. Peraturan daerah tersebut menggantikan ketentuan lama mengenai lambang daerah, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 30a/DPRD-GR/70 Tahun 1970 tentang Bentuk Lambang Daerah Kabupaten Kebumen dan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 30b/DPRD-GR/70 Tahun 1970 tentang Penggunaan dan Pemakaian Lambang Daerah Kabupaten Kebumen.
Lambang daerah Kabupaten Kebumen berbentuk perisai dengan perbandingan 4:3. Di dalamnya terdapat bintang bersegi lima, pegunungan, gua, laut, dua burung lawet, padi dan kapas, mata rantai, bambu runcing, batu bata, genting, tulisan “KEBUMEN”, serta semboyan “Bhumi Tirta Praja Mukti”.
Setiap unsur dalam lambang memiliki makna simbolis. Perisai melambangkan tekad dan kesiapsiagaan rakyat dalam mempertahankan Negara Republik Indonesia, sedangkan bintang kuning emas menggambarkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pegunungan menggambarkan kondisi sebagian wilayah Kebumen yang berupa pegunungan, sementara gua dan laut mencerminkan bentang alam Kebumen yang mencakup kawasan karst, gua, dan pesisir selatan yang berbatasan dengan Samudra Hindia.
Dua burung lawet pada lambang menggambarkan ketekunan, kegesitan, keserasian, keseimbangan, dan keharmonisan. Padi berjumlah 8 butir melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia dan bulan hari jadi Kabupaten Kebumen, sedangkan kapas berjumlah 5 kuntum melambangkan lima sila dalam Pancasila. Mata rantai berjumlah 17 melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, sementara bambu runcing dengan 9 ruas menggambarkan semangat kepahlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.
Unsur batu bata dan genting berwarna merah menggambarkan usaha mikro, kecil, dan menengah batu bata serta genting sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat Kebumen. Jumlah batu bata sebanyak 16 buah, genting sebanyak 2 buah, dan ruas bambu runcing sebanyak 9 ruas dimaknai sebagai angka tahun hari jadi Kabupaten Kebumen. Sementara itu, ombak di bagian atas berjumlah 10 dan ombak di bagian bawah berjumlah 11; jika dijumlahkan menjadi 21, yang dimaknai sebagai tanggal hari jadi Kabupaten Kebumen.
Semboyan “Bhumi Tirta Praja Mukti” berarti tanah dan air untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Semboyan tersebut menggambarkan rasa syukur atas tanah yang subur, air yang melimpah, kekayaan alam, kawasan pegunungan, persawahan, tegalan, bahan baku batu bata dan genting, serta potensi pesisir selatan Kebumen.
Pada 2021, sebelum ditetapkannya Perda Nomor 6 Tahun 2022, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan bahwa lambang Kabupaten Kebumen yang beredar di internet muncul dalam berbagai versi dan banyak yang tidak sesuai dengan ketentuan lama. Ia meminta penggunaan lambang daerah dikembalikan sesuai aturan yang berlaku saat itu.
Kabupaten Kebumen dipimpin oleh seorang bupati dan wakil bupati. Sejak 20 Februari 2025, jabatan bupati dijabat oleh Lilis Nuryani dengan wakil bupati Zaeni Miftah untuk masa jabatan 2025–2030.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kebumen beranggotakan 50 orang hasil Pemilihan Umum Legislatif 2024. Berdasarkan data BPS Kabupaten Kebumen, partai dengan jumlah kursi terbanyak adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa, masing-masing 11 kursi. Ketua DPRD Kabupaten Kebumen masa jabatan 2024–2029 adalah H. Saman Halim Nurrohman dari Partai Kebangkitan Bangsa.
Secara administratif, Kabupaten Kebumen terdiri atas 26 kecamatan dan 460 desa/kelurahan. Pada tahun 2024, wilayah ini terbagi lagi menjadi 1.965 dusun, 1.952 rukun warga, dan 7.288 rukun tetangga.
Kabupaten Kebumen terdiri dari 26 kecamatan, 11 kelurahan, dan 449 desa dengan jumlah Rukun Warga (RW) sebanyak 1.930 buah dan 7.027 buah Rukun Tetangga (RT). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.362.524 dengan luas wilayah 1.211, 74 dan sebaran penduduk 1.124/km². Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kebumen. Di samping Kecamatan Kebumen, kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Gombong, Karanganyar, Kutowinangun, Ayah, Petanahan serta Prembun.
Pada Desember 2024, jumlah Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen tercatat sebanyak 11.337 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 8.402 Pegawai Negeri Sipil dan 2.935 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Berdasarkan jenis kelamin, ASN Pemerintah Kabupaten Kebumen terdiri atas 4.470 laki-laki dan 6.867 perempuan.
Dari jumlah tersebut, PNS terdiri atas 3.507 laki-laki dan 4.895 perempuan, sedangkan PPPK terdiri atas 963 laki-laki dan 1.972 perempuan.
Masyarakat Kabupaten Kebumen umumnya menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari dan Mayoritas adalah Bahasa Jawa Banyumasan dan terdapat minoritas signifikan yang menuturkan Bahasa Jawa Kedu. Jika dilihat dari logat bahasanya, bahasa Jawa yang dituturkan oleh masyarakat Kabupaten Kebumen terbagi dalam beberapa logat/dialek bahasa. Sebelah timur aliran Sungai Kedungbener berbahasa dengan ciri khas logat Bagelen dan Bahasa Jawa Kedu karena dekat dengan perbatasan Purworejo dengan didominasi vokal 'o' serupa dengan vokal Bahasa Jawa Surakarta, sebagian lagi yang berdekatan dengan penutur banyumasan menggunakan dialek kedu dengan kombinasi vokal 'o' dengan 'a', Masyarakat yang menuturkan dialek Kedu meliputi Kecamatan Ambal, Kecamatan Mirit, Kecamatan Kutowinangun, Kecamatan Poncowarno, Kecamatan Padureso, Kecamatan Prembun dan Kecamatan Bonorowo.
Sementara di sebelah barat aliran sungai Luk Ulo didominasi vokal a dan k sigeg, atau dikenal dengan Dialek Banyumasan atau Ngapak. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Kebumen menuturkan bahasa jawa dengan logat Banyumasan, yakni mencakup Kecamatan Rowokele, Kecamatan Ayah, Kecamatan Buayan, Kecamatan Sempor, Kecamatan Gombong, Kecamatan Kuwarasan, Kecamatan Puring, Kecamatan Petanahan, Kecamatan Adimulyo, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karanggayam, Kecamatan Pejagoan, Kecamatan Sruweng, dan Kecamatan Klirong. Sedangkan di antara aliran sungai Luk Ulo dan aliran Sungai Kedungbener Dialeknya merupakan peralihan ada yang menggunakan dialek banyumasan ada juga yang menggunakan dialek campuran kedu dan banyumasan, masyarakat yang menuturkan logat ini meliputi Kecamatan Kebumen, Kecamatan Alian, Kecamatan Karangsambung, Kecamatan Sadang dan Kecamatan Buluspesantren. Namun jika diperhatikan masyarakat di wilayah Kecamatan Alian, Kecamatan Karangsambung, Kecamatan Sadang lebih fasih berbicara dengan logat Wonosoboan (sub dialek Banyumasan) dengan memanjangkan fonem akhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Kabupaten Kebumen pada tahun 2024 sebanyak 1.414.754 jiwa, terdiri atas 717.127 laki-laki dan 697.627 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk periode 2020–2024 tercatat sebesar 1,27% per tahun, dengan kepadatan penduduk 1.104 jiwa/km² dan rasio jenis kelamin sebesar 103.
Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Kebumen dengan 135.374 jiwa atau 9,57% dari total penduduk kabupaten. Kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Padureso dengan 17.560 jiwa atau 1,24% dari total penduduk. Berdasarkan kepadatan penduduk, Kecamatan Kebumen merupakan kecamatan terpadat dengan 3.220 jiwa/km², sedangkan Kecamatan Sadang merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah, yaitu 442 jiwa/km².
Menurut kelompok umur, penduduk usia 0–14 tahun berjumlah 311.229 jiwa atau sekitar 22,00% dari total penduduk. Penduduk usia produktif 15–64 tahun berjumlah 966.460 jiwa atau sekitar 68,31%, sedangkan penduduk usia 65 tahun ke atas berjumlah 137.065 jiwa atau sekitar 9,69%. Kelompok umur dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kelompok umur 25–29 tahun, yaitu 115.504 jiwa.
Pada tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Kebumen berumur 15 tahun ke atas tercatat sebanyak 1.106.025 jiwa. Dari jumlah tersebut, 855.785 jiwa merupakan angkatan kerja, terdiri atas 812.379 penduduk bekerja dan 43.406 pengangguran terbuka. Tingkat partisipasi angkatan kerja tercatat sebesar 77,37%, sedangkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,07%.
Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja paling banyak berada pada sektor jasa, yaitu 321.815 orang. Sektor berikutnya adalah pertanian sebanyak 292.506 orang dan manufaktur sebanyak 198.058 orang.
Pendidikan di Kabupaten Kebumen mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, dan pendidikan tinggi. Data pendidikan dalam publikasi BPS Kabupaten Kebumen mencakup satuan pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Agama.
Pada tahun ajaran 2024/2025, Kabupaten Kebumen memiliki 746 sekolah dasar (SD), 112 sekolah menengah pertama (SMP), 23 sekolah menengah atas (SMA), dan 65 sekolah menengah kejuruan (SMK) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sementara itu, untuk pendidikan di bawah Kementerian Agama pada tahun ajaran 2023/2024 terdapat 115 Raudatul Athfal (RA), 117 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 91 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 27 Madrasah Aliyah (MA).
Berdasarkan Pendataan Potensi Desa 2024, terdapat 457 desa/kelurahan di Kabupaten Kebumen yang memiliki fasilitas SD, 152 desa/kelurahan memiliki fasilitas SMP, 46 desa/kelurahan memiliki fasilitas SMA, 44 desa/kelurahan memiliki fasilitas SMK, dan 10 desa/kelurahan memiliki fasilitas perguruan tinggi.
Angka Partisipasi Murni (APM) Kabupaten Kebumen pada tahun 2024 tercatat sebesar 99,00 untuk jenjang SD/MI/sederajat, 80,42 untuk SMP/MTs/sederajat, dan 73,15 untuk SMA/SMK/MA/sederajat. Pada tahun yang sama, Angka Partisipasi Kasar (APK) tercatat sebesar 103,71 untuk SD/MI/sederajat, 85,03 untuk SMP/MTs/sederajat, dan 98,59 untuk SMA/SMK/MA/sederajat.
Persentase penduduk berumur 15 tahun ke atas yang melek huruf pada tahun 2024 tercatat sebesar 94,87%. Untuk kelompok umur 15–24 tahun, tingkat melek huruf tercatat 100,00%, sedangkan untuk kelompok umur 60 tahun ke atas tercatat 81,94%.
Pada tahun 2024, BPS mencatat terdapat enam perguruan tinggi swasta di Kabupaten Kebumen di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan 283 tenaga pendidik dan 7.379 mahasiswa. Perguruan tinggi tersebut berada di Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, Pejagoan, dan Gombong.
Selain itu, terdapat satu perguruan tinggi swasta di bawah Kementerian Agama yang berada di Kecamatan Kebumen, dengan 72 tenaga pendidik dan 949 mahasiswa.
Media massa di Kabupaten Kebumen mencakup media daring, surat kabar lokal, radio, dan televisi lokal. Beberapa media yang secara khusus memuat berita seputar Kebumen antara lain Kebumen Ekspres, Kebumen Pos, Berita Kebumen, serta kanal Kebumen pada jaringan Suara Merdeka dan Radar Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Kebumen juga memiliki lembaga penyiaran publik lokal. Pada 2020, Pemerintah Kabupaten Kebumen disebut memiliki dua lembaga penyiaran publik lokal, yaitu Ratih TV dan Radio In FM. Pada 21 Agustus 2023, Ratih TV resmi berganti nama menjadi Kebumen TV. Perubahan nama tersebut disebut telah melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 8 Tahun 2023.
Selain media massa umum, Pemerintah Kabupaten Kebumen mengelola kanal informasi publik berbasis warga desa melalui Kebumen On News, yang memuat berita dan informasi dari desa-desa di Kabupaten Kebumen.
Kabupaten Kebumen dilayani jaringan transportasi darat berupa jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, layanan angkutan umum, terminal penumpang, serta jalur kereta api lintas selatan Jawa. Posisi Kebumen di antara wilayah Banyumas–Cilacap di sebelah barat dan Purworejo–Yogyakarta di sebelah timur menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu lintasan utama mobilitas orang dan barang di pesisir selatan Jawa Tengah.
Jaringan jalan di Kabupaten Kebumen terdiri atas jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam Kabupaten Kebumen Dalam Angka 2025, panjang jalan di Kabupaten Kebumen pada tahun 2024 mencapai 1.157,09 km, terdiri atas 92,36 km jalan nasional, 47,58 km jalan provinsi, dan 1.017,15 km jalan kabupaten.
Koridor jalan nasional utama di Kabupaten Kebumen berada pada lintasan selatan Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Kebumen menyebut jalur arus mudik utama di wilayah Kebumen meliputi Jalan Nasional Banyumas–Prembun dan Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS), disertai jalan provinsi dan jalan kabupaten yang menghubungkan antarruas tersebut.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kebumen, ruas jalan nasional yang melewati wilayah Kabupaten Kebumen antara lain Batas Banyumas/Kebumen–Simpang Tiga Barat Jalan Lingkar Selatan Kebumen, Jalan Lingkar Selatan Kebumen, Simpang Tiga Timur Jalan Lingkar Selatan Kebumen–Prembun, Prembun–Kutoarjo, serta Jladri–Tambakmulyo–Wawar.
Jalan kabupaten di Kebumen tersebar di seluruh kecamatan. Portal data jalan dan jembatan Kabupaten Kebumen mencatat 289 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 1.017,15 km berdasarkan SK 2023.
Kabupaten Kebumen dilintasi jalur kereta api lintas selatan Jawa pada segmen Kroya–Kutoarjo. Jalur ini merupakan bagian dari koridor kereta api yang menghubungkan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah bagian selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebelumnya membangun jalur ganda Kroya–Kutoarjo sepanjang sekitar 76 km sebagai bagian dari peningkatan jalur kereta api lintas selatan Jawa.
Pengembangan jalur ganda lintas selatan Jawa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas perjalanan kereta api, mengurangi waktu tempuh, meningkatkan mobilitas orang dan barang, serta meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Pada 8 Oktober 2020, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan tersambungnya jalur ganda kereta api lintas selatan Jawa pada koridor Cirebon–Jombang sepanjang 550 km.
Stasiun utama di Kabupaten Kebumen adalah Stasiun Kebumen, yang berada di Kecamatan Kebumen dan termasuk dalam wilayah kerja Daerah Operasi V Purwokerto. Selain Stasiun Kebumen, stasiun penumpang penting lainnya adalah Stasiun Gombong, Stasiun Karanganyar, Stasiun Kutowinangun, dan Stasiun Prembun. Di wilayah kabupaten ini juga terdapat Stasiun Ijo, Stasiun Sruweng, dan Stasiun Wonosari yang mendukung operasi perjalanan kereta api pada lintas selatan.
Stasiun Kebumen memiliki peran sebagai stasiun utama di pusat kabupaten. Stasiun ini berada di dekat pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen dan menjadi salah satu titik naik-turun penumpang kereta api antarkota di lintas selatan Jawa. Stasiun Gombong memiliki nilai historis karena telah ada sejak masa Hindia Belanda dan terletak di wilayah barat Kabupaten Kebumen, dekat kawasan Gombong yang sejak masa kolonial berkembang sebagai kota garnisun dan pusat kegiatan militer.
Pusat angkutan bus antarkota di Kabupaten Kebumen adalah Terminal Tipe A Kebumen atau Terminal Adikarso. Terminal ini berada di Desa Adikarso, Kecamatan Kebumen, dan melayani angkutan antarkota antarprovinsi, angkutan antarkota dalam provinsi, serta angkutan pedesaan.
Selain layanan bus antarkota, Pemerintah Kabupaten Kebumen mengembangkan layanan bus Trans Kebumen sebagai angkutan lokal. Pada tahun 2024, layanan Trans Kebumen mulai beroperasi sebagai bus sekolah gratis dengan rute Kebumen–Prembun pergi-pulang. Pada 22 Januari 2025, Pemerintah Kabupaten Kebumen menambah dua armada Trans Kebumen untuk melayani jurusan Kebumen–Gombong.
Layanan bus juga menghubungkan Kebumen dengan wilayah lain di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Salah satu layanan penghubung antarmoda adalah bus DAMRI menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.
Olahraga di Kabupaten Kebumen terutama berkembang melalui sepak bola, futsal, olahraga pelajar, serta kegiatan olahraga masyarakat. Beberapa fasilitas olahraga yang digunakan untuk kegiatan olahraga daerah antara lain Stadion Chandradimuka dan GOR Panjer. GOR Panjer disebut dapat digunakan untuk bulu tangkis, bola basket, bola voli, dan futsal.
Klub sepak bola yang mewakili Kabupaten Kebumen adalah Persak Kebumen. Persak merupakan klub sepak bola yang berbasis di Kebumen dan dikenal sebagai salah satu peserta kompetisi sepak bola tingkat regional Jawa Tengah. Pada musim 2025/2026, Persak Kebumen tercatat sebagai peserta Liga 4 Jawa Tengah di bawah Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah.
Stadion Chandradimuka secara historis menjadi stadion yang terkait dengan Persak Kebumen. Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Kebumen menyatakan sedang melakukan revitalisasi Stadion Chandradimuka, termasuk penyiapan lahan dan pengerukan tanah untuk fondasi lapangan berstandar pertandingan. Karena proses pengerjaan tersebut, Persak untuk sementara bermarkas di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo, pada awal musim Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026.
Kebumen pernah memiliki klub futsal profesional putra bernama SKN FC Kebumen. Klub ini menjadi finalis Liga Futsal Profesional Indonesia 2018 dan menempati peringkat ketiga pada Pro Futsal League 2019. Pada 2022, Safin FC Pati disebut menjadi peserta baru Pro Futsal League setelah mengakuisisi SKN FC Kebumen.
Di kategori putri, Kebumen dikenal melalui Kebumen United Angels. Klub ini menjadi juara Liga Futsal Profesional Putri musim 2023–2024 setelah menyapu bersih 11 pertandingan dengan kemenangan.
Pariwisata Kabupaten Kebumen terutama bertumpu pada wisata alam pesisir selatan, kawasan karst, gua, waduk, pemandian air panas, situs geologi, serta bangunan bersejarah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sejumlah daya tarik wisata di Kabupaten Kebumen, antara lain Gua Jatijajar, Gua Petruk, Pantai Menganti, Pantai Suwuk, Pantai Karangbolong, Pantai Ayah, Pantai Petanahan, Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang, Pemandian Air Panas Krakal, Bukit Pentulu Indah, dan Benteng Van der Wijck.
Salah satu kawasan wisata utama di Kabupaten Kebumen adalah Taman Bumi Karangsambung-Karangbolong. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen mencatat kawasan ini memiliki 41 situs geologi, 2 situs biologi, dan 14 situs budaya yang tersebar di 118 desa pada 12 kecamatan. Pada tahun 2025, UNESCO mencantumkan Kebumen sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks dengan nama Kebumen UNESCO Global Geopark.
UNESCO menyebut kawasan Karangsambung sebagai laboratorium alam yang memperlihatkan batuan tepian benua dan samudra serta bukti proses tektonik lempeng. Kawasan geopark ini juga mencakup bentang alam karst, sungai bawah tanah, gua, fosil laut purba, dan pesisir selatan Kebumen.
Kabupaten Kebumen dikenal dengan beberapa sebutan yang berkaitan dengan identitas daerah, potensi alam, dan budaya lokal. Salah satu sebutan yang paling dikenal adalah Kota Lawet. Sebutan ini berkaitan dengan burung lawet atau walet yang menjadi salah satu ikon daerah Kebumen. Pemerintah Kabupaten Kebumen juga menyebut Tari Lawet sebagai salah satu identitas budaya daerah yang terinspirasi dari burung lawet.
Kebumen juga dikenal dengan sebutan Kota Beriman. Sebutan ini kerap digunakan dalam publikasi Pemerintah Kabupaten Kebumen dan dikaitkan dengan citra daerah yang religius.
Selain sebutan tersebut, lambang daerah Kabupaten Kebumen memuat semboyan Bhumi Tirta Praja Mukti. Pemerintah Kabupaten Kebumen menjelaskan semboyan tersebut sebagai ungkapan bahwa tanah dan air Kebumen menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kuliner khas Kabupaten Kebumen antara lain sate ambal, nasi penggel, lanthing, dan jipang kacang. Beberapa kuliner tersebut tercatat sebagai daya tarik wisata kuliner Kabupaten Kebumen oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen.
Sate Ambal adalah kuliner khas Kebumen yang berasal dari Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal. Berbeda dari sate ayam pada umumnya, Sate Ambal dikenal karena penggunaan bumbu berbahan dasar tempe. Dalam pengolahannya, daging ayam dibumbui terlebih dahulu, kemudian dibakar di atas bara api.
Nasi penggel adalah makanan khas Kebumen berupa nasi yang dikepal berbentuk bulat dan disajikan di atas daun pisang. Lauk utamanya berupa olahan daging sapi, seperti kikil atau paru, telur, serta sayur nangka yang dicampur dengan tempe dan tahu. Nasi penggel umumnya disantap pada pagi hari dan biasa dilengkapi dengan tempe mendoan.
Lanthing atau klanthing adalah makanan ringan sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong. Makanan ini umumnya berbentuk angka delapan atau lingkaran kecil seperti cincin. Lanthing dikenal sebagai salah satu makanan khas Kabupaten Kebumen dan berkembang di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Jipang kacang adalah makanan ringan khas Kebumen yang masih diproduksi oleh perajin di Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen. Menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, pembuatan jipang kacang di Panjer dilakukan secara turun-temurun dan masih mempertahankan proses tradisional, meskipun kemasannya telah berubah dari klaras atau daun pisang kering menjadi plastik.
Kabupaten Kebumen melahirkan dan memiliki keterkaitan dengan sejumlah tokoh nasional di bidang pemerintahan, militer, ekonomi, seni, budaya populer, dan olahraga. Beberapa tokoh lahir di wilayah Kebumen, sedangkan sebagian lainnya memiliki hubungan keluarga dengan daerah ini.
Mengapa SLF Penting untuk Museum di KAB. KEBUMEN?
Sertifikat Laik Fungsi memastikan gedung Museum Anda aman, nyaman, dan memenuhi standar regulasi terkini di KAB. KEBUMEN.
Jaminan Keamanan
SLF memastikan semua aspek keamanan seperti struktur bangunan, perlindungan kebakaran, dan jalur evakuasi memenuhi standar yang ditetapkan
Legalitas Operasional
Memiliki SLF berarti Museum Anda beroperasi secara legal dan terhindar dari sanksi administratif maupun penutupan paksa
Kepercayaan Pengunjung
Meningkatkan kepercayaan pengunjung dengan jaminan bahwa Museum telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan menonton
Dasar Hukum SLF Museum
- UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
- PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002
- Permen PUPR No. 27/PRT/M/2018 tentang SLF Bangunan Gedung
- Peraturan Daerah sesuai lokasi Museum
Keuntungan Menggunakan Jasa Kami
- Tim ahli berpengalaman di bidang SLF Museum
- Jaringan yang luas dengan instansi terkait
- Track record keberhasilan pengurusan SLF Museum
- Pendampingan dari awal hingga terbitnya sertifikat
- Biaya transparan tanpa biaya tersembunyi
Layanan SLF Museum Kami di KAB. KEBUMEN
Kami menyediakan layanan komprehensif untuk mendapatkan dan memperbarui Sertifikat Laik Fungsi Museum Anda, dengan pendekatan profesional dan efisien.
Audit & Penilaian
Penilaian menyeluruh terhadap kondisi bangunan Museum untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sebelum pengajuan SLF.
Penyusunan Dokumen
Menyiapkan seluruh dokumen teknis dan administratif yang diperlukan untuk proses pengajuan SLF.
Pendampingan Teknis
Konsultasi dan pendampingan untuk memenuhi persyaratan teknis seperti sistem proteksi kebakaran, akustik, dan pencahayaan.
Koordinasi dengan Instansi
Menangani komunikasi dan koordinasi dengan dinas terkait untuk memperlancar proses perolehan SLF.
Ingin tau Layanan SLF di KAB. KEBUMEN? Hubungi Kami sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Persyaratan SLF Museum di KAB. KEBUMEN
Dokumen dan persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi untuk gedung Museum di KAB. KEBUMEN.
Dokumen Administratif
- Surat permohonan SLF dari pemilik/pengelola Museum
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gedung Museum
- Dokumen Pelaksanaan Konstruksi
- Gambar as-built gedung Museum
- Surat bukti kepemilikan bangunan gedung
- Izin Usaha Perfilman (IUP) dari Kemendikbud
- NPWP dan akta pendirian perusahaan
Persyaratan Teknis
- Memenuhi standar keselamatan struktur bangunan
- Sistem proteksi kebakaran yang memadai
- Instalasi listrik sesuai standar SNI
- Sistem penghawaan dan tata udara yang baik
- Akustik ruangan yang memenuhi standar
- Fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas
- Jalur evakuasi dan pintu darurat sesuai standar
- Sistem pengelolaan limbah dan sanitasi
Masih bingung terkait syarat-syarat SLF di KAB. KEBUMEN? Hubungi Kami sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Proses Inspeksi SLF Museum di KAB. KEBUMEN
Aspek-aspek yang diperiksa dalam proses inspeksi untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Museum di KAB. KEBUMEN.
1. Keselamatan Struktur
- Kekuatan struktur gedung
- Ketahanan terhadap gempa
- Daya dukung lantai
- Kestabilan struktur
- Kekuatan struktur atap
2. Proteksi Kebakaran
- Sistem sprinkler
- Alat pemadam api ringan
- Sistem deteksi asap dan alarm
- Jalur evakuasi dan pintu darurat
- Sistem hidran gedung
3. Utilitas Gedung
- Sistem kelistrikan
- Sistem AC dan ventilasi
- Sistem plumbing
- Generator cadangan
- Sistem penerangan darurat
4. Akustik & Visual
- Kualitas akustik ruang pemutaran
- Insulasi suara antar studio
- Sistem tata suara
- Kualitas visual (proyektor/layar)
- Tata cahaya
5. Aksesibilitas
- Akses untuk penyandang disabilitas
- Ramp dan lift khusus
- Toilet untuk disabilitas
- Ruang tunggu yang aksesibel
- Area parkir khusus
6. Sarana Pendukung
- Toilet umum
- Area food court/kafe
- Area parkir
- Sistem ticketing
- Ruang tunggu
Testimoni dari Klien Museum Kami
"Proses pengurusan SLF Museum kami di 3 lokasi berjalan lancar dan tepat waktu. Tim konsultan sangat profesional dan memahami kebutuhan khusus gedung Museum."
"Berkat bantuan tim ahli, Museum baru kami berhasil mendapatkan SLF tepat sebelum jadwal pembukaan. Mereka menemukan dan menyelesaikan beberapa masalah yang sempat terlewatkan dalam perencanaan awal."
"Proses perpanjangan SLF untuk jaringan Museum kami menjadi jauh lebih mudah dengan bantuan mereka. Komunikasi yang jelas dan transparansi biaya sangat kami apresiasi."
Estimasi Biaya SLF Museum di KAB. KEBUMEN
Perkiraan biaya untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi gedung Museum di KAB. KEBUMEN berdasarkan ukuran dan kompleksitas.
Museum Kecil
- Luas bangunan < 1.000 m²
- Termasuk konsultasi awal
- Termasuk biaya retribusi
Museum Menengah
- Luas bangunan 1.000-3.000 m²
- Termasuk konsultasi dan pendampingan
- Termasuk biaya retribusi dan perizinan
Museum Besar
- Luas bangunan > 3.000 m²
- Termasuk konsultasi, pendampingan & revisi
- Termasuk semua biaya administrasi & teknis
Catatan Penting:
Biaya di atas merupakan estimasi dan dapat bervariasi tergantung kondisi gedung, lokasi, dan kompleksitas perizinan di KAB. KEBUMEN. Konsultasikan dengan tim kami untuk mendapatkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan Museum Anda.
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Tahapan Pengurusan SLF Museum
Proses yang kami lakukan untuk membantu Anda mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Museum.
Konsultasi Awal
Diskusi kebutuhan dan kondisi Museum Anda saat ini
Inspeksi Teknis
Pemeriksaan kesiapan gedung dan identifikasi kebutuhan perbaikan
Penyiapan Dokumen
Menyiapkan seluruh dokumen administratif dan teknis yang diperlukan
Pengurusan SLF
Mengurus proses pengajuan hingga terbitnya sertifikat
Pastikan Museum Anda memenuhi standar keamanan dan kenyamanan dengan SLF yang valid di KAB. KEBUMEN
Tim ahli kami siap membantu Anda mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi di KAB. KEBUMEN dengan proses cepat dan profesional
Konsultasi Gratis Sekarang
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Pertanyaan Umum tentang SLF Museum
Hubungi Kami
Tim ahli kami siap membantu Anda dalam pengurusan SLF Museum dengan cepat dan profesional.
Telepon
+62811 1231 551
Online
Cut Hanti
Konsultan Senior • 10+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Istiqomah
Konsultan Ahli • 8+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Online
Novitasari
Konsultan Profesional • 5+ Tahun
Respon Cepat & Profesional
Jangkauan Layanan Nasional
SLF.co.id juga melayani Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Museum di kota-kota di Provinsi JAWA TENGAH. Cek beberapa kota lain yang menggunakan jasa kami.
-
SLF Museum KAB. CILACAP
-
SLF Museum KAB. BANYUMAS
-
SLF Museum KAB. PURBALINGGA
-
SLF Museum KAB. BANJARNEGARA
-
SLF Museum KAB. KEBUMEN
-
SLF Museum KAB. PURWOREJO
-
SLF Museum KAB. WONOSOBO
-
SLF Museum KAB. MAGELANG
-
SLF Museum KAB. BOYOLALI
-
SLF Museum KAB. KLATEN
-
SLF Museum KAB. SUKOHARJO
-
SLF Museum KAB. WONOGIRI
-
SLF Museum KAB. KARANGANYAR
-
SLF Museum KAB. SRAGEN
-
SLF Museum KAB. GROBOGAN
-
SLF Museum KAB. BLORA
-
SLF Museum KAB. REMBANG
-
SLF Museum KAB. PATI
-
SLF Museum KAB. KUDUS
-
SLF Museum KAB. JEPARA
-
SLF Museum KAB. DEMAK
-
SLF Museum KAB. SEMARANG
-
SLF Museum KAB. TEMANGGUNG
-
SLF Museum KAB. KENDAL
-
SLF Museum KAB. BATANG
-
SLF Museum KAB. PEKALONGAN
-
SLF Museum KAB. PEMALANG
-
SLF Museum KAB. TEGAL
-
SLF Museum KAB. BREBES
-
SLF Museum KOTA MAGELANG
-
SLF Museum KOTA SURAKARTA
-
SLF Museum KOTA SALATIGA
-
SLF Museum KOTA SEMARANG
-
SLF Museum KOTA PEKALONGAN
-
SLF Museum KOTA TEGAL